Kabar Baik.., Ahli RI Luncurkan Alat Penghancur Corona

Minggu, 29 Maret 2020, 00:38 WIB
Oleh Bern
Foto : Gedung LIPI
Delinewstv – Kabar baik yang dihasilkan para ahli anak bangsa di Indonesia akan meluncurkan alat untuk menghancurkan virus corona SARS-Cov-2.

Alat penghancur virus corona yang dibuat oleh para ahli yang tergabung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran (Unpad) diberi nama Airborne Sterilization.

Dikatakan Anto Tri Sugiarto salah satu peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, nantinya alat itu akan ditempatkan di Mobile Disinfection Chamber atau tenda disinfeksi virus.

Alat tersebut diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia, melainkan dengan ozone nano bubble water (ONBW).

"Kita mengembangkan chamber disinfektan tidak menggunakan bahan kimia tetapi menggunakan ozone nano bubble water. Nantinya alat ini akan mengeluarkan uap yang bisa kita langsung operasikan di chamber," kata Anto saat konferensi video yang digawangi Kementerian Riset dan Teknologi, Kamis (26/3).


Dikatakan Anto, ozone nano bubble water dinilai efektif membunuh bakteri dan virus.

“ Berdasarkan hasil penelitian LIPI, ITB, dan Unpad, ozone nano bubble water sebetulnya lebih cepat membunuh bakteri. Sementara itu ozone memerlukan waktu 30 detik untuk mematikan virus, “ sambungnya.

Eko mengusulkan, agar tenda sterilisasi dirancang seperti lorong panjang yang dinilai lebih efektif.


"Saya lihat masih banyak yang pakai tenda lalu ada pintunya sehingga agak menyulitkan. Dengan adanya alat Airborne ini, kita bisa buat seperti lorong yang uapnya cukup banyak sehingga orang bisa lewat," kata dia.



Sementara itu, Dr. Keri Lestari dari Fakultas Farmasi Unpad pun menjelaskan secara singkat alasan dipilihnya ozon karena dinilai relatif lebih aman. Selain ozone, alat untuk sterilisasi itu bisa juga menggunakan bahan klorin.

"Untuk ozone memang relatif lebih aman, namun ada juga selain ozon yaitu klorin. Sebab klorin sudah biasa digunakan di kolam renang dan tidak ada masalah dengan kulit," tuturnya singkat.

Sebelumnya, tenda atau bilik sterilisasi sudah diterapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR).

Bilik sterilisasi itu dibuat secara mandiri dan ditempatkan di beberapa tempat umum, seperti kantor pelayanan publik yang tersebar di Surabaya.(CNN)

TerPopuler