Pelabuhan Kuala Tanjung Perdana Buka Rute Peti Kemas Internasional Komersial

Minggu, 29 Maret 2020, 19:20 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam

Batu Bara, DelinewstvPT Prima Multi Terminal (PMT), merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo I (Persero) yang mengelola Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), perdana melakukan pembukaan rute peti kemas internasional komersial, Sabtu (28/3/2020).

Berlokasi di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka yang terletak di Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara dan secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Batubara ini, komoditas ekspor tersebut dikirim melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.

Direktur Utama PMT, Robert MP Sinaga dalam keterangannya menyampaikan, hal ini merupakan milestone KTMT karena untuk bongkar muat domestik sudah dilakukan. 

"Untuk internasional komersial baru perdana ini. Semoga bisa membawa kapal internasional lainnya melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Robert MP Sinaga, Minggu (29/3/2020).

Sementara Direktur Utama PT Forecastle Indonesia Dhiny Afriyanti menerangkan, bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung lokasinya strategis di sepanjang Selat Malaka dengan beberapa perusahaan sudah beroperasi di sekitar Pelabuhan itu dan Legend ingin menangkap peluang tersebut.

"Kami ingin mengembangkan layanan dengan nilai lebih kepada konsumen," terangnya.

Untuk diketahui, PT Forecastle Indonesia menjadi agen pelayaran yang bekerja sama dengan Legend Logistics Asia dalam membuka rute Port Klang-Kuala Tanjung-Port Klang.

Pada ekspor perdana ini, total bongkar muat yang dilayani sebanyak 365 box atau 440 TEUs. Nantinya, pengapalan dengan Rute Kuala Tanjung-Port Klang ini akan rutin dilakukan seminggu sekali.

Sedangkan, barang kontainer yang di eskpor meliputi kargo dari PT Unilever Oleochemical Indonesia hingga PT Multimas Nabati Asahan (Wilmar Group), dan diharapkan juga kedepannya bisa mengakomodir untuk kargo-kargo lainnya yang ada di hinterland Kuala Tanjung.

Adapun kegiatan penumpukan dan flushing untuk setiap kontainer dari PT Forecastle Indonesia ini, dikerjasamakan dengan PT Mitra Bangun Negeri (MBN Logistic Center), yang berjarak bekisar 5 kilometer dari Pelabuhan Kuala Tanjung.

Kendati kegiatan ekspor komersial perdana ini terlaksana di kala virus corona mewabah, namun persiapan matang telah dilakukan sebelumnya.

Mulai dari APD oleh petugas pelabuhan, kerjasama yang baik dengan KSOP, Bea Cukai dan Karantina, serta petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang terlebih dahulu mengecek kesehatan Kru Kapal dan memastikan kapal steril sebelum izin sandar diberikan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun wabah virus corona sedang melanda Indonesia, namun tidak menyurutkan PMT untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa demi mendukung kegiatan perekonomian Indonesia.

Pemerintah pusat maupun daerah menyiapkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara sebagai Pelabuhan Hub Internasional, sedangkan Pelabuhan Belawan akan fokus melayani domestik. Hal tersebut sesuai dengan rencana pembangunannya yang telah dimulai sejak tahun 2016.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menjelaskan, sesuai rencana awal, Pelabuhan Kuala Tanjung akan diintegrasikan dengan kawasan industri, di mana Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung dan Kawasan Industri Kuala Tanjung merupakan dua Proyek Strategis Nasional, dan akan dikembangkan secara terintegrasi sesuai hasil studi yang telah dilakukan.

"Rencana Induk Pelabuhan Kuala Tanjung yang telah ditetapkan dengan Kepmenhub No KP 148 tahun 2016 tersebut akan menjadi acuan pembangunan, pengembangan dan operasional pelabuhan pada jangka pendek (2017-2021), jangka menengah (2017-2026) dan jangka panjang (2017-2036)," jelas  R. Agus H. Purnomo.

"Pelabuhan Kuala Tanjung juga sebagai acuan dalam pengendalian dan pengawasan segala kegiatan kepelabuhanan baik pembangunan, pengembangan dan operasional tentang kesesuaiannya dengan rencana yang ditetapkan," tandasnya.

(Rid/Kom) 

TerPopuler