Anak Punk Asal Rusia, Tidak "Takut Corona " Tetap Ngamen di Karo

Selasa, 07 April 2020, 12:43 WIB
Oleh M.Bakti Napitupulu

Foto : 3 anak Punk,  dua di antaranya berasal dari Negara Rusia saat di temui di bawah Tugu Bambu Runcing Kabanjahe Kab Karo, Senin( 6/04/2020) .
Karo, Delinewstv - Semua orang cegah  dan waspada corona tapi dua anak Punk asal negara asing di dampingi temannya seorang anak Punk lokal berkeliaran di Karo Sumatera Utara di masa Corona Virus disease (COVID -19) sedang merebak.Sepasang anak Punk yang mengaku asal Negara Rusia ini dengan style khas anak Punk di temui wartawan saat mengamen di Big Big Cafee Kabanjahe di Kabupaten Karo, pada Senin ( 06/04/2020 ) sekira pukul 14.00 Wib. 

Foto : 3 anak Punk,  dua di antaranya berasal dari Negara Rusia saat di temui di bawah Tugu Bambu Runcing Kabanjahe Kab Karo, Senin( 6/04/2020) .

Awalnya pelanggan dan wartawan yang diduduk di cafe tersebut merasa biasa saja saat ketiga anak Punk itu masuk ke cafe dan melantunkan lagu menggunakan gitar kecil ala anak Punk. Namun semua mata tertuju ke sepasang pria dan wanita bule yang merupakan kawanan anak punk tersebut. Usai menyanyikan sebuah lagu, salah satu dari mereka pun menjajakan kantung plastik permen kosong mengelilingi ruangan cafe untuk meminta sumbangan sukarela kepada penikmat coffee di cafe tersebut.  

Tapi setelah mereka melangkah dari Cafe, awak media yang ada di Cafee tersebut tiba - tiba teringat kalau saat ini Virus Corona sedang merebak dan mereka ( anak Punk) bisa di katakan Orang Dalam Pengawasan ( ODP)  tapi kok bisa berkeliaran bebas di tempat umum. Sontak saja wartawan mengejar dan menanyakan status mereka. 

Saat di tanya seorang anak Punk warga lokal yang bernama Rocky warga asal Padang mengatakan, kami anak Punk, saya bisa dibilang orang yang di tua kan di komunitas Punk ( tanpa mengatakan nama komunitas nya).  Kedua teman saya ini berasal dari Negara Rusia katanya tanpa mau menyebutkan nama temannya, sebut saja mereka Mr. dan Ms. X ucapnya. 

Rocky menyebutkan, kehadiran kedua sahabatnya tersebut untuk belajar tentang punk dan budaya Indonesia sekalian berkeliling di Sumut menikmati hobby mereka sebagai orang bebas. Semalam kami bari dari Toba,  ini di Karo, dan setelah ini mau kembali ke Medan. Teman saya ini sudah dua bulan di Indonesia, tanggal 14 bulan maret ini Visa nya habis dan rencana mau di perpanjang, katanya. 

Terkait COVID -19, "kami tidak takut itu Virus, kami lebih takut Tuhan. Kami sehat kok, dan kami akan terus berkeliling karena kami anak punk ingin menunjukkan kepada masyarakat agar jangan takut Virus" ucapnya.

Lebih lanjut Rocky, menurut saya selaku anak punk, Virus ini hanyalah isu Global politik yang berdampak kepada persaingan Ekonomi Dunia dan hal seperti ini sangat menyiksa kami para anak Punk, sangat menyiksa kebebasan kami ujarnya sambil berpamitan dan buru buru pergi melanjutkan perjalanannya sambil tersnyum.

Sementara saat dikonfirmasi Kapolres Karo AKBP.Yustinus Setyo Indriyono,SH. S.I.K, melalui pesan Whatshap pada Selasa (7/4/2020) Pukul 11.36 wib,  mengatakan, laporan ini sudah kita terima dan sedang kita cek ke lapangan. Untuk kita tindak lanjuti, anggota sudah mencari Pengamen tersebut, ujarnya singkat.


Reporter : Rianto G


TerPopuler