Antonius D Tumanggor Minta Sekolah Swasta Unggulan Potong SPP 50 Persen.

Jumat, 03 April 2020, 05:51 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv -
Menanggapi berbagai keluhan warga akan dampak virus Corona,Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor mengimbau para pengelola yayasan pendidikan swasta di Kota Medan untuk memberikan keringanan biaya uang sekolah kepada orang tua wali siswanya.

Saat ini sebaiknya semua pihak saling membantu,bukan hanya dituntut dari pihak pemerintah, tetapi dari pihak terkait seperti pengelola yayasan pendidikan.
"Kita minta pihak pengelola yayasan pendidikan memberikan keringanan biaya berupa pemotongan 50 persen uang sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK," ujar Antonius.

Menurutnya, kondisi sekarang ini yang membuat para orang tua terbatas untuk keluar rumah mencari nafkah, hal ini harus benar-benar menjadi pertimbangan mendasar bagi para pengelola yayasan pendidikan.Karena kalau dipaksakan pun harus bayar uang sekolah secara penuh,pasti akan mengalami hambatan sebab tidaklah semua anak yang sekolah di sekolah bonafid itu orangtuanya juga orang berada.

"Sebagian besar,orangtua anak didik di sekolah bonafid itu keluarga menengah ke bawah.Itulah makanya kita minta perhatian dari pengelola yayasan pendidikan memberi keringanan uang sekolah 50 persen,ujar Antonius," yang juga mantan Ketua Komite SD St Thomas 4 Medan itu.

Secara operasional,biaya yang dikeluarkan sekolah tidak banyak sebab sistem belajar online di rumah.Biaya listrik berkurang,beli alat kelengkapan tulis menulis tidak terlaksana dan lainnya,jadi biaya yang tidak dikeluarkan bisa menutupi pemotongan uang sekolah 50 persen.

"Apalagi dana BOS dari pemerintah pusat untuk masing masing sekolah tetap dikucurkan, sehingga tidaklah terlalu memberatkan bila dipotong 50 persen uang sekolah," ujar Antonius,anggota dewan dari Dapil 1 itu.

Untuk itu, kita minta Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan bisa membicarakan hal teknis pengurangan uang sekolah ini dengan pihak pengelola yayasan pendidikan yang ada di Kota Medan.

Memang sesuai kewenangannya, Pemko Medan mengurusi tingkat sekolah dasar dan SMP, namun untuk SMA/SMK kita mintakan Gubsu melalui Dinas Pendidikan Sumut bisa membicarakannya dengan pengelola yayasan pendidikan tersebut.

Sebenarnya,kalau memang mau sama sama saling membantu untuk dampak virus Corona ini,pihak pengelola yayasan pendidikan bisa mengambil langkah sendiri karena uang sekolah swasta merupakan kewenangan pihak pengelola yayasan."Jadi marilah kita tunjukkan rasa solidaritas akan dampak virus Corona ini demi kebaikan bersama," terang Antonius yang beberapa hari belakangan ini sedang gencar melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar Kelurahan Sei Agul.

Sebagaimana diketahui,mengurangi penyebaran Vvrus Corona,anak didik belajar di rumah dengan sistem online.Namun kenyataan yang dialami para orang tua juga cukup merepotkan karena harus menyiapkan handphone dengan pulsa internetnya untuk mengerjakan tugas yang diberikan pada guru.
Biaya bertambah banyak karena  harus beli pulsa internet.

"Kalau anaknya tiga orang mulai dari tingkat SD,SMP hingga SMA/SMK maka biaya pulsa menambah beban orang tua lagi.
Kondisi inilah yang dikeluhkan para orang tua sehingga cukup beralasan anggota dewan Antonius Tumanggor mengusulkan pemotongan uang sekolah 50 persen," ucap Antonius.

TerPopuler