Asteroid 1998 OR Akan Mendekati Bumi

Rabu, 29 April 2020, 14:44 WIB
Oleh Gugun Marpaung


Jakarta, Delinewstv - Hasil informasi LAPAN bahwa jarak terdekat asteroid 1998 OR ini dengan Bumi akan terjadi. Saat itu, jarak asteroid itu dengan Bumi adalah 6,4 juta km. Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengatakan asteroid 1998 OR2 akan tampak relatif terang dengan skala terang sekitar 11 magnitudo. Pada pukul 19.00 WIB, asteroid akan akan berada di dekat rasi Hydra yang berada di arah timur pada ketinggian sekitar 60 derajat.
"Untuk mengamatinya, diperlukan teleskop berdiameter lebih dari 5 cm. Perlu kejelian untuk mengarahkan teleskop ke arah yang tepat karena asteroid ini tidak tampak langsung dengan mata bugil," ujar Kanto

"Saat tengah malam, asteroid ini berada pada koordinat langit : Asensiorekta 10 jam 49 menit dan Deklinasi -24,4 derajat," ujarnya.

Asteroid 1998 OR ini tak akan menabrak Bumi karena berjarak sangat jauh dari Bumi. Benda langit seperti ini memiliki kesempatan menghantam Bumi dengan perbandingan 1:50 ribu setiap 100 tahun.

"Jarak minimum orbit atau lintasan asteroid 1998 OR2 dan orbit Bumi adalah 6,4 juta km atau 16,4 kali jarak Bumi-Bulan," kata Kanto.

Sebelumnya, NASA Solar System Ambassador, Eddie Irizarry mengatakan ada sejumlah cara untuk mengamati 1998 OR2. Jika tak memiliki teleskop, orang-orang bisa memanfaatkan Proyek Teleskop Virtual yang berbasis di Roma karena menyiarkan secara streaming fenomena itu sejak 28 April 2020. Jika kesempatan ini terlewat, Irizarry mengatakan asteroid seukuran kota kecil akan kembali melintasi bumi pada 2079.


Selanjutnya Asteroid 52768 atau 1998 OR2 akan mendekati Bumi. Asteroid 1998 OR2 berdiameter sekitar 1,8 kilometer hingga 4,1 kilometer. Lembaga Penerbangan dan  Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan asteroid-asteroid tersebut tak dapat diamati oleh masyarakat awam yang tak memiliki teleskop besar.


"Asteroid-asteroid tersebut saat ini belum bisa diamati, kecuali pakai teleskop yang besar, seperti ATLAS," kata Koordinator Diseminasi Pusat Sains Antariksa LAPAN Bandung, Emanuel Sungging Mumpuni (29/4/2020).


(Red/CNN)

TerPopuler