Beredar Kabar China Manipulasi Data Soal Covid-19

Minggu, 26 April 2020, 19:25 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Ilustrasi

Tiongkok, DelinewstvVirus Corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 dipercaya berasal dari sebuah sebuah daerah di Tiongkok (China) tepatnya di Wuhan.

Wuhan disinyalir menjadi asal-muasal virus corona usai ditemukan kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Pasca menuai banyak pujian, ternyata ada banyak hal yang berusaha ditutupi oleh China.

Merebaknya wabah Covid-19 diketahui memang berasal dari Wuhan, dimana kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi. 

Namun banyak hal yang ternyata ditutupi China. Belakangan beberapa di antaranya mulai terkuak sedikit demi sedikit.

Mengutip dari laman Daily Express, beberapa waktu lalu, China sempat membuat pengakuan soal jumlah korban yang meninggal akibat Covid-19.

Setelah banyak negara mendesak Tiongkok karena dituduh mengecilkan jumlah korban Covid-19, akhirnya negeri tirai bambu itu merevisi jumlah yang dilaporkan.

Pada laporan terbaru pekan lalu, China menambahkan jumlahnya bekisar 50 persen dari jumlah korban meninggal yang terkonfirmasi.

Jika diwujudkan dalam angka 50 persen tersebut sekitar 1.000 lebih pasien ditambahkan meninggal dunia di Tiongkok akibat Covid-19.

Namun, itu hanya satu dari ketidakjujuran Tiongkok yang terungkap, selama ini Tiongkok ternyata juga tidak jujur dalam menginformasikan hal ini terkait Covid-19.

Seperti diketahui, Sout China Morning Post memberitakan, bahwa Tiongkok ternyata tidak jujur dalam mengkonfirmasi korban pertama mereka selama ini.

Dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi di Tiongkok pada 8 Desember 2019.

Lagi-lagi Tiongkok merevisi peryataan itu, mereka mengatakan bahwa kasus Covid-19 China sebenarnya sudah ada sejak 17 November 2019.

Menurut data pemerintah Tiongkok, pasien itu adalah seorang pria 55 tahun yang berasal dari Provinsi Hubei. Sejak November 2019, dilaporkan sudah ada lima kasus setiap harinya.

Selain itu, pada 15 Desember 2019, kasusnya sudah mencapai 27 kasus pasien, dan bertambah menjadi 60 kasus pada 20 Desember 2019.

Peningkatan drastis ini terjadi seminggu setelahnya pada 27 Desember, di mana kasusnya meningkat menjadi 180 orang yang terpapar virus corona.

Saat itulah dokter dari Rumah Sakit Pengobatan Terpadu di Provinsi Hubei, Zhang Jixing memberi tahu otoritas kesehatan Tiongkok bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus bernama corona.

Angka yang dikonfirmasi kemudian meningkat pada akhir 2019, ada 266 kasus hingga 1 Januari 2020 tercatat 381 orang.

Sementara sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal Lancet, dokter rumah sakit di Jinyintan Wuhan menyebutkan, mereka merawat pasien pertamanya pada 1 Desember 2019.

Kemudian, dr Ai Fen, yang pertama kali mengungkapkan virus corona mengatakan pada People, sebuah hasil tes menunjukkan seorang pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan didiagnosa terkena Covid-19 pada 16 Desember.

Hingga akhir Desember tim medis baru menyadari adanya penyakit ini dan dikonfirmasi oleh beberapa rumah sakit di Tiongkok.

Laporan sebelumnya mengatakan, meski dokter sudah mengumpulkan sampel dari kasus yang dicurigai sebagai Covid-19, para dokter tidak memberikan konfirmasi temuan mereka.

Hal itu karena mereka terhambat dengan sistem birokrasi, yang harus mendapat persetujuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular di China.

Para tenaga medis kemudian diminta tidak mengungkapkan informasi apapun tentang penyakit ini kepada publik sebelum disetujui.

Baru setelah wabah ini merajalela di mana-mana Tiongkok mengumumkannya, pada 11 Januari mereka mengatakan hanya ada 41 kasus terkonfirmasi, faktanya jumlahnya lebih dari itu.

(Rd/Net)

TerPopuler