Beredarnya Berita Hoax Soal Penurunan BBM Dari Pertamina

Kamis, 09 April 2020, 11:29 WIB
Oleh Bern
Illustrasi Hoax

Jakarta, Delinewstv -- Beredarnya kabar hoax di medsos yang mengklaim program Pertamina peduli COVID-19, dengan merencanakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai 50 persen, (8/4/2020).

Dalam menelusuri klaim Pertamina akan menurunkan harga BBM sampai 50 persen, dengan mengamati isi klaime.


Jika dibaca hingga tuntas, diakhir klaim terdapat keterangan sebagai berikut:

"#Catatan.Harga tersebut adalah harga per 1/2 liter.

kalo bukan temen, kagak sy kasih tau..."

Jika dicermati keterangan tersebut dapat diketahui, perubahan harga yang dimaksud adalah harga BBM per setengah liter.

Klaim tersebut bersifat guyonan, meski begitu guyonan juga masuk dalam kategori hoax.

Dalam artikel "Fake news. It's complicated" yang dimuat situs firstdraftnews.org ada tujuh jenis disinfromasi dan misinformasi, salah satunya adalah satire atau parodi.

Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh. Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme.

Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.

Meski sudah masuk unsur hoax, Cek Fakta tetap menghubungi pihak Pertamina untuk meminta konfirmasi atas klaim penurunan harga BBM tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina tidak menerapkan penurunan harga BBM.

"Sampai saat ini harga BBM Pertamina masih sama," kata Fajriyah.

Fajriyah pun meminta masyarakat untuk lebih jeli, jika mendapat informasi yang sumbernya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Sudah jelas dicatatan (klaim) paling bawah yah," tutupnya.

Kabar tersebut beredar di jejaring sosial WhatsApp, sebagai berikut:

"PERTAMINA PEDULI COVID-19, Rencana Penyesuaian Harga Bahan Bakar (BBM) TMT mulai tanggal 8 April 2020 jam 00.00 wib.

Premium : Rp.6.550 ---> Rp. 3.225

Pertalite : Rp 7.650 ---> Rp. 3.825

Pertamax : Rp. 10.200 ---> Rp. 5.100

Pertamax Turbo : Rp. 12.000 ---> Rp. 6.000

Dexlite : Rp. 10.300 ---> Rp. 5.150

Pertamina Dex : Rp. 11.750 ---> Rp. 5.875

Bio Solar : Rp 5.150 --> menjadi Rp 2.575

#Catatan.Harga tersebut adalah harga per 1/2 liter.

kalo bukan temen, kagak sy kasih tau..."

Jadi kesimpulannya bahwa informasi tersebut merupakan guyonan, namun berpotensi mengecoh penerima pesan jika tidak dibaca dengan teliti, sehingga mengarah pada konten hoax.

First Draft, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung jurnalis, akademisi, dan teknolog dalam upaya pemberantasan hoax menyatakan, Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh. Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme.

(Gugun/Liputan6.com)

TerPopuler