BMKG : Hoax.!!, Isu Arus Angin Dari Utara Ke Selatan Membawa Wabah Penyakit

Jumat, 10 April 2020, 00:07 WIB
Oleh Bern
Illustrasi konfirmasi BMKG terkait isu arus angin dari Utara yang membawa wabah penyakit

Jakarta, Delinewstv – Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika menegaskan, beredarnya pesan berantai melalui media sosial yang bertajuk arus angin dari Utara yang membawa wabah penyakit yang didistribusikan melalui media sosial Whatsapp, Facebook, Instagram dan lain-lain adalah hoax atau berita bohong, Kamis (9/4).   

“BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur - selatan (dari Benua Australia).

Pantauan BMKG saat ini Kamis 9 April 2020 angin gradient (1000 meter dari permukaan laut) secara umum di utara khatulistiwa angin bertiup dari Timur dan di selatan khatulistiwa angin bertiup dari Tenggara - Selatan dengan kecepatan rata-rata 2-30 km/jam.

Pernyataan bahwa wabah penyakit terbawa oleh arus angin merupakan hal yang harus dibuktikan secara ilmiah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan faktor lingkungan yang mempengaruhi penyebaran penyakit menular.

“Sejumlah faktor lingkungan mempengaruhi penyebaran penyakit menular yang rentan menyebabkan epidemi diantaranya persediaan air, fasilitas sanitasi, makanan dan iklim. Beberapa penyakit dapat ditularkan melalui udara (airborne) seperti influenza, SARS, Novel-Coronavirus, Ebola. Pola penyebaran bisa melalui percikan (droplet) yang dikeluarkan orang yang menderita penyakit, tetapi hanya mampu beberapa meter dari sumber penderita, tidak melalui jarak jauh”.

Penelitian Frazer (2012) menyatakan angin dapat membawa mikroorganisme dari tanah ke lingkungan lokal dan dalam jarak yang jauh melalui debu. Flu burung juga dikaitkan dengan badai debu dari Asia Tengah. Penyakit Kawasaki (peradangan pembuluh darah pada anak kecil), sejauh ini belum dikaitkan dengan mikroorganisme tetapi wabah telah dikaitkan dengan angin bertiup dari Asia tengah di seluruh Jepang, dan juga mencapai Hawaii dan California.

Ilmuwan Taiwan (2010) mencatat bahwa wabah flu burung sering terjadi ketika angin badai yang membawa debu, dan mendapatkan virus influenza dalam sampel udara serta menemukan bahwa konsentrasi virus melonjak ketika badai debu bertiup dari Asia tengah .

Penelitian penyebaran mikrobiologi melalui angin di daerah tropis hingga saat ini belum dilakukan. Potensi angin menjadi agen penyebaran wabah penyakit di tropis harus dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut. Dilain pihak, pada saat seperti ini tidak ada salahnya untuk *tetap menggunakan masker* sebagai langkah antisipasi risiko terpapar pandemi yang sedang mewabah ini. (Gugun/Red)

Stasiun Meteorologi Citeko - Bogor_
Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika_

Plt Deputi Bidang Meteorologi
Drs. Herizal, M.Si

TerPopuler