Fakta Atau Hoaks? Pemerintah Berikan Internet Gratis, Ini Penjelasan Kemenkominfo

Minggu, 12 April 2020, 18:56 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Ilustrasi

Jakarta, DelinewstvBeredarnya informasi pemerintah berikan internet gratis sebagai insentif atas situasi pandemi virus corona (Covid-19) yang telah mewabah di Indonesia.

Informasi ini beredar tersebut marak di media sosial, Facebook dan Twitter, juga grup-grup percakapan di Whatsapp.

Pada unggahan dan pesan yang disebarkan, disertai pula link yang berbeda-beda, tetapi dengan karakter URL yang hampir sama.

Link menggunakan "go.id" sehingga terkesan resmi dari pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan informasi dan link ini tidak benar alias hoaks.

Semua informasi yang beredar menautkan link, sehingga mereka yang mengaksesnya akan meng-klik link tersebut.

Ada 3 link berbeda yang disebarkan, yaitu:

Informasi yang sama juga dibagikan sejumlah akun dan grup di Facebook, karena ada yang mendapati bahwa setiap orang harus membagikannya di Whatsapp dan media sosial untuk mendapatkan internet gratis tersebut.

Tak jarang pengguna Twitter yang menanyakan kebenaran informasi ini. Ada yang berbagi bahwa ia sudah mencobanya dan kemudian diminta melakukan sejumlah langkah.

Langkah itu, di antaranya, meneruskan pesan yang sama kepada sejumlah kontak di Whatsapp dan mengisi data-data pribadi seperti nomor ponsel, NIK, dan Nomor Kartu Keluarga.

Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad Ramli menegaskan, informasi yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks.

"Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks," kata Ahmad Ramli, Sabtu (11/4/2020).

Ia mengatakan, program yang berasal dari pemerintah adalah berupa kerja sama dengan operator telekomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan.

"Nilainya bekisar Rp 1,9 triliun per bulan," ujar Ramli.

Oleh karena itu, lanjut Ramli, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks semacam ini.

Menurutnya, ada lagi modus penipuan lain yang muncul seperti pengiriman pesan penipuan agar orang masuk ke link atau mengakses hal tertentu.

Dirinya berpesan, agar tak mengikuti atau mengeklik link tersebut, dan melaporkannya ke BRTI.

"Nomor tersebut (yang mengirim pesan) silakan laporkan ke BRTI," ujar Ramli.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) merupakan sebuah lembaga yang berfungsi sebagai badan regulator telekomunikasi di Indonesia.

Ia mengingatkan, biasanya pesan hoaks meminta masyarakat menghubungi nomor tertentu, sama halnya dengan modus penipuan yang selama ini terjadi.

"Kemudian, oknum penipu itu meminta sejumlah uang lewat transfer dan lain-lain," ungkap Ramli.

(Rd/Kom)

TerPopuler