Kabar Baik, Perusahaan Farmasi di Indonesia Produksi Obat Bagi Pasien Covid-19

Minggu, 12 April 2020, 16:35 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
    Ilustrasi

Jakarta, DelinewstvSebuah kabar baik datang dari tanah air ditengah penanganan wabah virus corona (Covid-19), perusahaan farmasi di Indonesia yakni, PT Dexa Medica melaporkan sudah memproduksi obat-obatan untuk pasien yang terpapar virus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Dexa Medica Hery Sutanto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020) lalu.

"PT Dexa Medica turut membantu apa yang diminta pemerintah dan bersama dengan Badan POM, PT Dexa Medica mampu memproduksi obat-obatan untuk pasien Covid-19 di Indonesia," kata Hery.

Untuk itu, lanjut Hery, PT Dexa Medica ingin mendonasikan sejumlah obat untuk pasien Covid-19.

"Hydroxychloroquine adalah obat yang sangat ditunggu-tunggu yang saat ini bahan bakunya sangat sulit didapatkan," lanjutnya.

Menurut Hery, PT Dexa Medica sudah memproduksinya. Barang itu pun segera disalurkan ke 5.000 pasien di Indonesia.

"Ada 100 ribu tablet yang kita donasikan tahap pertama. Kemudian kami akan donasikan Azithromycin untuk 5.000 pasien Covid-19 sejumlah 50 ribu tablet lebih beserta chloroquine. Dalam waktu dekat kami juga akan donasikan 12 ribu pasien Covid-19 sejumlah 240 ribu tablet," ujarnya.

Sebelum PT Dexa Medica, perusahaan pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF), sudah menyatakan kesediaan mampu memproduksi klorokuin. Demikian disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan pers, Sabtu (21/3/2020) kemarin.

"Kalau satu pasien membutuhkan sekitar 50 butir setidaknya ada 60 ribu pasien yang bisa mendapatkan obat ini. Kalau memang efektif tentunya PT Kimia Farma akan memproduksi kembali," kata Erick.

Selain itu, ada obat lain yang juga diklaim bisa menyembuhkan pasien Covid-19, yaitu Avigan. Kedua jenis obat itu telah dipesan Presiden Joko Widodo.

Erick mengatakan, langkah pemerintah menggunakan kedua obat itu merupakan ikhtiar atau upaya menyelamatkan warga Indonesia dari virus yang berbahaya itu. 

"Kedua obat itu efektif dipergunakan di beberapa negara untuk menangani orang yang terpapar virus corona," kata Erick.

(Rd/CNBC)

TerPopuler