Kadus Aek Batu Utara Berang Warganya Divonis Infeksi Covid-19

Senin, 27 April 2020, 09:44 WIB
Oleh Bern



Labusel, Delinewstv  | Merebaknya kabar di sosmed terkait Rahmawaty (45) warga  Dusun Aek Batu Desa Asam Jawa Kec Torgamba Kab Labusel, warga dan tokoh masyarakat  Desa  Asam Jawa angkat bicara tentang pernyataan dokter RSUD Rantau prapat yang terlalu dini.

Khairul Kepala Dusun Aek Batu kepada Delinewstv mengatakan, berawal  Rahmawaty (pasien) mendatangi Bidan setempat berencana memeriksa kandungannya, sebab dirasakan pasien sudah waktunya untuk melahirkan. Dikarenakan si pasien harus ditangani dengan operasi sesar, selanjutnya Bidan setempat merujuk ke RSU Nuraini Blok Songo Kotapinang. Namun pihak RSU Nuraini Blok Songo Kotapinang tidak mampu menanganinya, selanjutnya Bidan dan keluarga pasien merujuk ke RSU Elvi Azis Rantau Prapat. Tidak berapa lama pihak rumah sakit menyampaikan dokter tidak ada dan peralatan operasi tidak lengkap,akhirnya pihak keluarga merujukan ke RSUD Rantau Prapat.

“ Isu yang menyampaikan bahwa warganya dituding terinfeksi virus corona oleh pihak RSUD Rantau Prapat, hal itu terlalu dini, mohon hal ini di ralat kembali karena nama baik dan keluarga dan anaknya serta warga Aek Batu Utara merasa keberatan atas vonis yang dijatuhkan dokter RSUD Rantau Prapat tersebut. Jika tidak kami akan melakukan perlawanan hukum demi nama baik warga saya, “tegas Khairul Kepala Dusun Aek Batu kepada Delinewstv, Kamis (23/4) dikediamanya.

Di waktu yang sama, Tokoh agama dan masyarakat Aek Batu Utara, H.Pahlon Pulungan di sela sela penyerahan bantuan PT Milano menyampaikan kepada unsur muspika yang hadir, " Saya juga pernah di vonis terinfeksi virus corona oleh salah satu doter karena saya baru pulang dari perjalanan jauh, harapan saya jangan terlalu cepat menginformasikan dan memvonis seseorang positif, ini bisa menimbulkan pukulan mental yang luar biasa, jadi jaga perasaan warga dan jangan membuat resah, “ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan dokter Puskesmas Aek Batu dr Nurlely Hasibuan kepada awak media Delinewstv,  Kamis (24/4) di Puskesmas Aek Batu.  

Terkait kabar pasien divonis positif Covid-19, dari hasil rapid test Nurlely mengatakan, “Rapid tes adalah untuk melihat apakah sudah ada Anti Bodi spesifik terhadap Antigen spesifik (dlm hal ini covid 19), apa artinya jika sudah didapati positif dengan Rapid tes?. Artinya antibodi terhadap Covid-19 sudah terdapat didalam darah. Kapan antibodi terbentuk.?,  antibodi terbentuk rata2 5-7 hari setelah terinfeksi makanya ada istilah negatif palsu. Apa itu negatif palsu?, negatif palsu adalah sesungguhnya seseorang sudah terinfeksi tetapi antibodi belum terbentuk makanya ketika di Rapid Test hasilnya negatif oleh sebab itu, Rapid disarankan diulang 10 hari kemudian jika pada pemeriksaan ke dua negatif maka bisa dipastikan negatif. Dan menunggu hasil SWAB laboratorium dari Jakarta, kami tidak dapat katakan hal ini positif jika belum pihak puskesmas menerima hasil cek positif laboratorium, “ujar dokter Nurlely Hasibuan bersama Kepala Puskesmas Aek Batu Hasnuzar S.Km,MM.

Kepala Puskesmas Aek Batu Hasnizar,S.Km.MM menyarankan agar tetap hidup bersih dan ikuti saran dan petunjuk dari pemerintah ini yang dapat mencegah seluruhnya.


Reporter : Sulaiman malaka.

TerPopuler