Selama Wabah Corona, Antonius Minta Pemko Awasi Penggunaan Dana BOS

Rabu, 08 April 2020, 20:06 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv – Banyaknya aspirasi warga yang masuk ke Sopo Restorasi terutama para orangtua yang mengeluhkan untuk mendapat keringanan uang sekolah (SPP), pasca pemerintah mengeluarkan kebijakan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal ini  mendapat tanggapan dari Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos dengan meminta agar Plt.Walikota Medan dan Dinas Pendidikan Kota Medan melakukan pengawasan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat selama covid-19.

Antonius mengatakan, usulan yang dilontarkan oleh wakil rakyat dari fraksi Partai NasDem Kota Medan ini baik melalui mass media dan media sosial yang meminta agar pihak yayasan sekolah memberikan keringanan uang SPP bagi orangtua siswa khususnya sekolah swasta ternyata mendapat respon dari berbagai kalangan.
Dikatakan mantan ketua komite di SD Sw.Santo Thomas 4 Medan ini bahwa perlu di beritahukan  membantu bukan berarti menggratiskan siswa dan mengabaikan para guru di sekolah.

” Ditengah permasalahan yang saat ini sedang terjadi akibat Covid-19, dimana, dampak dilakukannya pembatasan aktivitas diluar rumah, telah menimbulkan gejolak perekonomian ditengah-tengah masyarakat terutama warga miskin dan kurang mampu, sehingga diperlukan kebijakan seluruh lembaga pendidikan termasuk sekolah untuk memberikan perhatiannya kepada siswa dengan membantu meringankan orangtua sekolah salah satunya penurunan uang sekolah, sesuai kemampuan pihak yayasan sekolah,”terang wakil ketua fraksi partai NasDem DPRD kota Medan ini, Rabu, (8/4/2020) di Sopo Restorasi, Jalan Mesjid Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.

Salah satu contoh yang harus di apresiasi tambah Antonius adalah, Sekolah Methodis 5 Medan yang telah memberikan bantuan untuk menurunan uang sekolah sebesar 25 persen kepada orangtua siswa selama bulan April dan Mei sejak adanya wabah Covid-19.

Menurut Antonius, sebelum wabah Covid-19, masih ada sekitar 12 persen orangtua siswa masih tersendat membayar uang sekolah di swasta . ” Ini hasil kunjungan saya saat itu kesekolah-sekolah, dimana kepala sekolah juga mengaku masih ada orangtua yang tersendat membayar uang sekolah, apalagi saat sekarang ini, mungkin akan bertambah,”ujarnya

Senada dengan Antonius Tumanggor, Pengamat Pendidikan yang tidak asing lagi di Kota Medan, Dion Sihombing saat di minta tanggapannya terkait usulan penurunan uang sekolah guna membantu orangtua siswa sangat mengapresiasi usulan dari anggota Dewan Kota Medan tersebut.

Menurut dosen Universitas Negeri Medan ini, bahwa sudah sepatutnya usulan  Antonius Tumangor di apresiasi dan mengucapkan terimakasih karena usulan tersebut membuat sekolah Methodis 5 Medan mengurangi SPP 25 persen untuk orangtua siswa.  Perlu diluruskan lagi, bahwa usulan pemberian penurunan uang sekolah itu jangan diartikan  untuk menggratiskan uang sekolah, namun memberikan keringanan selama covid-19 berlangsung.

” Kita mendengar ada persepsi guru yang mengatakan kalau anggota dewan yang usulkan, bayarlah pakai uang anggota dewan itu sendiri. Bukan begitu maksudnya. Minta keringanan, bukan jadi gratis, usulan silahkan ditampung, dan dikeluarkan sesuai kemampuan sekolah masing-masing. Jangan ada anggapan kalau diskon, nanti, gaji guru malah berkurang. Ini tidaklah sampai sebegitu jauh. Karena orangtua siswa masih tetap membayar uang sekolah anaknya, jadi bukan gratis. Sekolah bisa menentukan diskon sesuai kemampuan. Jadi jangan dialaskan kalau uang sekolah diturunkan, maka, guru tidak akan gajian atau gaji guru nya jadi berkurang. Dan janganlah seakan akibat diskon yang diberikan membuat kondisi sekolah seolah jadi merugi,”terangnya

Proses belajar daring tambahnya, tentunya mempengaruhi sekali bagi siswa, dan pengeluaran pihak sekolah juga tidaklah besar, karena semua sudah beraktivitas dirumah, termasuk guru dan pegawai sekolah.
Manfaatkan Bantuan Dana BOS

Dion Sihombing juga mendorong agar pihak sekolah baik swasta maupun negeri dapat memanfaatkan pengelolaan dana pemerintah seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu murid termasuk juga guru selama covid-19.

 "Tentunya ini dapat diterima siswa yang benar-benar sangat membutuhkan, karena seyogianya, dana BOS itu adalah untuk membantu pelaksanaan kegiatan di sekolah, sejauh tidak melanggar Undang-Undang. Untuk pengurangan uang sekolah, jika sekolah negeri oleh pemerintah dan sekolah swasta oleh pihak yayasan,”imbuhnya.

Dion Sihombing juga meminta agar guru dan orangtua selama libur dan belajar daring dirumah tetap bekerjasama, sebab, janganlah ada kesan yang salah, dan orangtua yang mengerjakan PR siswa dan guru melepaskan tanggungjawab murid nya kepada orangtua karena dirumah.

” Orangtua siswa juga memiliki tugas masing-masing, mungkin dari tempat kerjanya. Disinilah dibutuhkan saling kerjasama antar guru dan orangtua siswa. Guru juga sebaiknya memberikan tugas kepada murid dirumah sesuai jam kerja dan jam disekolah. Guru jangan pula memberikan tugas kepada murid pada malam hari untuk dikerjakan esok hari, sehingga ada kesan jam belajar ekstra (jam malam) diberikan kepada siswa,”ucapnya.

Terpisah, Sari Monang Sihombing, wakil bendahara yayasan Don Bosco Medan saat di wawancara wartawan mengaku belum mengeluarkan kebijakan untuk memberikan diskon uang sekolah bagi murid yang ada dikota Medan di bawah yayasan Don Bosco.

Adapun alasan Sari Monang Sihombing, karena sampai saat ini, yayasan Don Bosco Medan masih melakukan subsidi silang terhadap beberapa sekolah katolik diluar kota Medan, pun demikian dia tetap menunggu keputusan dari yayasan katolik.

” Untuk saat ini, kita belum ada melakukan penurunan atau memberi diskon bagi siswa akibat dampak ekonomi yang disebabkan oleh wabah covid-19 ini. Namun, kebijakan tentunya ada di tangan yayasan Don Bosco, jadi kita juga prihatin atas permasalahan yang saat ini terjadi, nantilah jika.ada keputusan dari yayasan akan kami kabari,”ujar Sari M.Sihombing.

Sementara, mewakili sekolah yayasan Katolik SMA Santo Thomas 2 Medan, Drs.Nelson Nababan mengaku belum ada menerima surat atau intruksi dari yayasan untuk melakukan penurunan uang SPP bagi murid untuk membantu orangtua siswa yang kurang mampu atau yang terdampak covid-19.

” Secara pribadi, saya juga merasakan dampak tersebut, sebab, aktivitas belajar dan mengajar menjadi terganggu. Untuk membantu orangtua siswa yang kurang mampu terutama pengurangan.uang sekolah kalau saya diminta tentunya saya lakukan secara pribadi, namun untuk dari sekolah, kita masih menunggu perintah dari yayasan katolik,” ujar Ketua Sopo Restorasi partai NasDem Kota Medan ini mengakhiri.

TerPopuler