Soal Perlindungan WNI di Luar Negeri Saat Covid-19, Berikut Penjelasan Pemerintah

Minggu, 19 April 2020, 23:26 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Portal Pelayanan bagi WNI. (Sumber: Kemlu).

Jakarta, DelinewstvMenteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers kepada wartawan, melalui konferensi video, Jumat (17/4/2020) lalu, yang salah satu isu terkait dengan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Luar Negeri. 

Beberapa hal yang disampaikan Menlu pada kesempatan tersebut, adalah sebagai berikut: Satu, untuk kepulangan para anak buah kapal (ABK) hingga tanggal 17 April 2020, total 10.009 ABK Indonesia telah kembali ke tanah air.

SATU, untuk kepulangan para anak buah kapal (ABK) hingga tanggal 17 April 2020, total 10.009 ABK Indonesia telah kembali ke tanah air. “Dari jumlah tersebut, sekitar 57% tiba melalui Bali, baik melalui Jalur Udara (Bandara Internasional Ngurah Rai) dan Jalur Laut (Benoa),” ujar Menlu. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemda Bali dan seluruh Satgas Covid-19 di tingkat pusat maupun daerah atas koordinasi dan kerja sama yang baik.

Semua WNI, menurut Menlu, harus menjalani protokol kesehatan termasuk karantina saat ketibaan. “Kami memahami beban Pemda Bali. Untuk itu, Kemlu telah berkomunikasi dengan pihak prinsipal (operator kapal pesiar) untuk juga membantu proses karantina di Bali,” imbuh Menlu.

DUA, untuk kepulangan para warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia per 16 April 2020, tercatat 61.743 WNI telah kembali ke Indonesia sejak Pemerintah Malaysia pertama kali menerapkan MCO. 

Rinciannya, menurut Menlu yakni, melalui laut sebanyak 45.165, melalui jalur darat sebanyak 9.181 dan melalui udara sebanyak 7.397.

Di waktu yang lalu, kita juga bahas mengenai bantuan sembako bagi WNI yang paling terdampak selama pemberlakuan MCO di Malaysia,” kata Menlu seraya menambahkan hingga 16 April 2020 jumlah sembako yang sudah didistribusikan oleh Perwakilan RI adalah 80.776 paket/orang. 

“Di samping itu terdapat pula sumbangan ormas/masyarakat yaitu 40.447 paket. Sehingga secara keseluruhan sejumlah 121.223 WNI yang paling membutuhkan bantuan di Malaysia sudah terbantu,” ujarnya.

Pemulangan ini, sambung Menlu, dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat termasuk pengujian kesehatan bagi WNI sebelum berangkat. “Dari pemeriksaan petugas kesehatan di Bandara, tidak ada WNI/PMI yang menunjukan gejala Covid-19,” imbuhnya. 

EMPAT, untuk Jamaah Tabligh, terutama yang berada di India, Pemerintah Indonesia masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah India mengenai penanganannya.

Dari 717 orang Jemaah Tabligh (JT) WNI di India, yang positif terpapar Covid-19 adalah 75 orang dan 13 di antaranya telah sembuh. Angka ini merupakan 19 persen dari total WNI di luar negeri yang terpapar Covid-19. 

Beberapa hal yang digarisbawahi oleh Menlu terkait dengan penanganan WNI Jamaah Tabligh ini yaitu : 

1. Pemerintah terus berusaha memberikan perlindungan yang terbaik termasuk rencana memulangkan WNI

2. Rencana evakuasi telah ada. Namun rencana ini harus ditunda karena semua JT yang berada di India saat ini sedang dalam masa karantina. Selain itu, sebagian lain sedang dalam proses hukum. Proses karantina dan hukum ini tidak hanya berlaku bagi JT dari Indonesia namun dari seluruh negara.

3. Situasi menjadi sangat kompleks karena adanya tuduhan pelanggaran hukum terkait visa, ketentuan epidemi dan penanganan bencana.

4. Dubes RI di New Delhi terus jalin komunikasi dengan Wakil JT

5. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan hukum dan kekonsuleran sehingga seluruh hak-hak WNI yang sedang jalani proses hukum terpenuhi.

(Rid)
Sumber : Humas Kementerian Luar Negeri RI.

TerPopuler