Warga Jl.Jemadi Gg.Sama Atur Jarak Saat Terima Bantuan Paket Sembako Dan Masker.

Sabtu, 25 April 2020, 22:15 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv - Wabah
Pandemi virus corona yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Membuat perekonomian masyarakat merosot tajam dalam hal pendapatan. Akibatnya, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan serta mata pencariannya akibat aturan Phisical Distancing, dan pembatasan aktifitas diluar rumah yang diterapkan oleh pemerintah indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan untuk memutus mata rantai virus corona.

Atas dasar inilah, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Sumatera Utara Brilian Mukhthar, SE beserta lengutus, Ketua Generasi Muda Budhis Indonesia Sumut (GEMABUDHI) Drs.Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B beserta pengurus dan Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Sumut.

Dengan penuh keikhlasan serta kemampuan yang ada, mereka memberikan bantuan paket sembako di halaman Masjid Baitul Huda berupa, beras, minyak dan masker kepada warga Jl.Jemadi Lingkungan IX Gg.Sama Kelurahan PB Darat II yang benar-benar kurang mampu akibat terdampak virus Covid-19, Sabtu (25/4/2020).

Bantuan paket sembako yang diberikan langsung oleh tim TMP Sumut, TMP Kota Medan, GEMABUDHI dan HIKMAHBUDHI kepada warga juga disaksikan, anggota Polsek Medan Timur, TNI, dan kepling serta BKM Masjid Baitul Huda.

Pemandangan unik terlihat disaat pembagian sembako kepada warga di Jalan Jemadi, dimana pihak BKM ternyata telah menerapkan Phisical Distancing bagi warga penerima bantuan sembako. Yakni memberikan tanda berupa lingkaran putih berjarak satu meter pada setiap lingkaran. "Jadi setiap pemerima bantuan tidak lagi bertumpuk dan rapat-rapat. warga penerima bantuan, akan berdiri menurut urutan masing-masing didalam lingkaran dan dengan tertib berjalan mengambil bantuan yang diberikan," kata Wong.

Bahkan, Lanjut Wong, bukan hanya  pihak BKM saja yang telah menerapkan aturan pembatasan jarak saat pembagian, pihaknya juga menyiapkan terlebih dahulu  cairan Handsanitizer ketangan warga. Setelah itu suhu tubij mereka juga diukur dengan menggunakan Thermogun.

"Bukan itu saja, kami juga memberikan masker gratis kepada warga. Setelah itu, barulah mereka di ijinkan untuk mengambil sembako yang telah disiapkan oleh pihak panitia," kata Politisi Partai PDI-P ini.

Wong juga menjelaskan, jika ada warga yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat saat pembagian sembako, maka panitia akan menganjurkan agar orang tersebut segera melakukan isolasi diri dirumah sambil memaksimalkan imun tubuh dan memakan obat sesuai saran dari dokter.

"Sama kita lihat tadi, pihak BKM Masjid Baitul Huda sudah menerapkan sistem phisikal distancing. Semoga ini dapatlah dicontoh bagi pihak lain yang ingin membagikan sembako. Agar tidak saling desak-desakan disaat kegiatan sosial, termasuk pemberian bantuan dimasa wabah virus COVID-19 ini, kami juga berharap bantuan yang diberikan jangan dilihat dari besarnya, namun kiranya bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua, selama tidak dapat bekerja akibat pembatasan phisical distancing dan pembatasan keluar rumah untuk memutus mata rantai COVID-19 di Kota Medan," sebut Wong Chun Sen.

TerPopuler