Wiranto Ajukan Uang Kompensasi, Begini Tanggapan LPSK

Jumat, 10 April 2020, 20:14 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Foto (Istimewa) : Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Kamis (10/10/2019) lalu.

Jakarta, DelinewstvMantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mengajukan kompensasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Kompensasi yang diajukan tersebut terkait insiden penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang, Banten, 10 Oktober 2019 lalu.

"Wiranto mengajukan kompensasi kepada LPSK terkait insiden penyerangan terhadapnya yang terjadi di Pandeglang, Banten, pada 10 Oktober 2019 lalu," ujar Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2020).

Dirinya menjelaskan, kompensasi merupakan kewajiban negara terhadap korban tindak pidana terorisme. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme, kompensasi merupakan hak dari korban tindak pidana terorisme. 

Karena itu, menurut dia, negara wajib hadir untuk kepentingan korban dalam bentuk memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada korban.

"Untuk korban terorisme, pengajuan kompensasi ke LPSK harus disertai dengan bukti berupa surat keterangan dari kepolisian, yakni Densus maupun BNPT," ungkap maneger.

Namun, lanjutnya, untuk kasus penusukan Wiranto, pernyataan dari kepolisian sudah cukup kuat bahwa insiden tersebut merupakan tindak terorisme," katanya.

Maneger menjelaskan, kompensasi tersebut sudah diajukan ke pengadilan. Uang kompensasi akan diberikan kepada Wiranto apabila pengadilan memutuskan dia berhak menerimanya. 

Karena itu, pemberian kompensasi baru bisa diberikan setelah pengadilan memutuskannya.

"Meski hakim putus pelaku bersalah tapi tak beri kompensasi, itu tergantung hakim. LPSK mengajukan permohonan kompensasi bagi korban atas nama Wiranto dan Fuad Syauqi sebesar Rp 65.232.157," tandas Maneger.

(Rd/Rep)

TerPopuler