Informasi Aktual dan Kredibel Dapat Menghilangkan Stigma Sosial Pademi Covid-19

Senin, 04 Mei 2020, 19:56 WIB
Oleh Gugun Marpaung


Dr. Andik Matulessy, M.Si

Surabaya, Delinewstv - Menurut pakar Psikologi Sosial Dr. Andik Matulessy, M.Si, kemunculan stigma sosial dikarenakan seseorang atau kelompok masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang memadai terkait virus corona (Covid-19). Oleh karena itu, masyarakat menilai dengan cara pengetahuan yang seadanya.

"Info penularan, cara penularan, hal-hal seperti itu kurang mendapat informasi dan inilah yang menyebabkan munculnya stigma," kata Matulessy saat dihubungi, (4/5/2020).

Pakar Psikologi Sosial menerangkan bahwa stigma itu merupakan bagian dari prasangka. Sehingga orang yang berprasangka akan merujuk pada perlakuan diskriminasi pada orang lain. Selain itu, Dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya itu juga menyebutkan sikap dan perilaku masyarakat saat ini tergantung pada informasi yang didapat. 

Oleh karena itu, sangat penting memilih dan memilah informasi yang diterimanya. Dalam penerimaan informasi ini sangat erat kaitannya dengan imunitas. 

Matulessy juga menjelaskan apabila seseorang mendapat informasi negatif, hal tersebut semakin meningkatkan kecemasan dan kekhawatirannya. Sehingga memudahkan seseorang memiliki stigma pada orang lain yang terkait dengan virus corona (Covid-19).


"Kalau terlalu takut dan cemas, serta berpikir negatif terus menerus malah menurunkan imunitas. Padahal untuk Covid-19 ini yang dibutuhkan adalah imunitas," jelasnya.

Misalnya seseorang yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) tak jarang mendapat stigma sosial negatif dari lingkungan sekitar. Tentunya, dalam stigma yang berkembang di masyarakat ini akan merugikan banyak pihak dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu, adanya stigma sosial ini justru menyebabkan masyarakat yang mengalami gejala atau bahkan dinyatakan positif virus corona (Covid-19), memilih untuk menyembunyikan hal tersebut. Hal ini dikarenakan melihat adanya diskriminasi yang diterima. Padahal hal ini justru berbahaya karena mampu mempercepat penularan.

"Kita berupaya bahwa apabila ada stigma yang seperti ini adalah salah dan kita cegah mulai dari diri sendiri dan menularkan pada lingkungan sekitar kita," ujarnya.

Untuk menghilangkan stigma sosial pada virus corona (Covid-19), mengawali dari pencarian informasi yang aktual dan kredibel. Selain itu, empati yang tinggi juga dibutuhkan dalam masa pandemi ini.

"Selain itu, media massa memiliki peran penting dalam mengurangi stigma sosial yang ada. Apabila media mampu memberikan pemberitaan yang baik akan merubah cara pandang masyarakat jauh lebih baik terhadap hal-hal terkait virus Corona," ujarnya.

Penjelasan tersebut mengajari kita untuk selalu berfikir positif dan berhikmat di dalam segala aspek kehidupan dimana hal tersebut mempengaruhi kesehatan tubuh kita.


(Red/Dtk)

TerPopuler