Kompensasi Kartu Prakerja Bagi Korban PHK Dan Dirumahkan Dampak Covid-19

Jumat, 01 Mei 2020, 01:07 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Keterangan Pers Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas.


Jakarta, DelinewstvPara pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akan dimasukkan ke dalam program kartu prakerja secara bertahap dan bergelombang dalam 4-5 minggu ke depan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Kamis (30/4/2020). 

Airlangga mengatakan, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Presiden Joko Widodo di depan para gubernur menegaskan, perhatian pada sektor-sektor usaha yang terdampak Covid-19.

“Sektor utama yang terdampak tentunya sektor yang terkait dengan pariwisata, restoran, sarana umum, transportasi dan sektor retail. Dimana dampaknya itu lebih dari 40 persen bahkan kalau sektor pariwisata sekitar 70 persen,” kata Menko Perekonomian. 

Namun, ia juga menyampaikan selain sektor-sektor tersebut, ada juga sektor-sektor yang masih mampu bertahan antara lain, industri karet kulit masih tumbuh field year on year-nya 20 persen, industri makanan pokok 17 persen, farmasi alat kesehatan sebesar 13 persen dan terkait dengan minyak nabati 14 persen. 

“Inilah sektor-sektor yang memungkinkan untuk revitalisasi di awal karena mereka secara field year on year masih tumbuh sebesar 16 persen,” terang Airlangga. 

Ia juga menambahkan, pekerja yang terkena PHK 375.000, sedangkan total yang dirumahkan sebanyak 1,4 juta, sementara pekerja informal terdampak sebesar 314.833 yang berkisar 1,7 juta secara total. 

“Nah data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh Kementerian Tenaga Kerja, diverifikasi dan ini berbasis kepada selain daripada Kementerian Tenaga Kerja juga terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya seraya menyebut kompensasi Kartu Prakerja bagi yang dirumahkan dan PHK. 

Secara sekilas disampaikan terkait dengan kartu prakerja, lanjut Airlangga, yang sudah mendaftar, registrasi 9 juta dan yang telah mendapatkan saldo itu adalah gelombang pertama dan kedua sebanyak 456000 user terbanyak di Jakarta, kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, dan hampir seluruh wilayah di Indonesia ada yang sudah menggunakan kartu prakerja. 

“Dari pengguna kartu itu 18 persen memilih mengambil fasilitasnya dalam bentuk cash melalui perbankan, yaitu BNI, sisanya 72 persen melalui e-wallet atau e-money,” imbuhnya. 

Menko Perekonomian memaparkan pembahasan terkait dengan relaksasi pembayaran iuran Jamsostek, akan ada 116.250 perusahaan yang terdampak Covid-19 meminta relaksasi, 

"Namun disini relaksasi yang diberikan adalah pemotongan iuran sebesar 90 persen untuk 3 bulan dan ini bisa diperpanjang 3 bulan lagi, yakni terkait dengan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” terangnya. 

Fasilitas yang diberikan untuk jaminan kecelakaan kerja itu, lanjut Menko Perekonomian, sebanyak 2,6 triliun, jaminan kematian sebanyak 1,3 triliun, dan juga penundaan iuran jaminan pensiun sebesar 3 bulan, selama 3 bulan dan besarnya juga sekitar 8,74 triliun. 

"Jadi dengan relaksasi Jamsostek ini melalui RPP ataupun Rancangan Peraturan Pemerintah ini jumlahnya sebesar 12,36 triliun," pungkas Airlangga.

(Rid)

Sumber : Humas Sekretariat Kabinet RI.

TerPopuler