KPK Berhasil Ungkap Kasus Suap di Lapas Suka Miskin

Jumat, 01 Mei 2020, 15:16 WIB
Oleh Gugun Marpaung



Jakarta, Delinewstv | Hasil kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sungguh luar biasa dengan menahan 2 orang tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan pemberian izin keluar di Lapas Sukamiskin, Kamis (30/4). 

Dua orang tersebut yang ditahan KPK yakni mantan Kepala Lapas Sukamiskin, DH dan Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, RA.

"Penahanan Rutan dilakukan kepada 2 orang tersangka tersebut selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 30 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dan di Rutan Cabang KPK Kavling C1," ujar Deputy Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Kamis malam.

Deputy Penindakan KPK mengatakan, penahanan ini merupakan bentuk komitmen KPK untuk menyelesaikan perkara di tengah pandemi Covid-19. Dijelaskan, DH diduga telah menerima suap berupa mobil Toyota Innova dari Tubagus Chaeri Wardana (TCW) yang merupakan warga binaan Lapas Sukamiskin. Pemberian itu diduga terkait dengan izin keluar lapas yang diberikan DH kepada TCW sebanyak 36 kali dalam kurun waktu 2016-2018.


Selanjutnya DH dan RA, Wawan (WW) dan Wahid Husein (WH), seorang warga binaan sekaligus mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin (FA) juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. WH sendiri yang telah divonis bersalah menerima suap, kini disangka menerima gratifikasi dari seorang warga binaan berupa mobil Toyota Land Cruiser Hardtop warna hitam.

Untuk kasus ini, DH disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, RA disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Red/Kmps)

TerPopuler