Mantan Sopir Beberkan Skenario Otak Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan

Jumat, 08 Mei 2020, 23:48 WIB
Oleh Bern
Sidang Otak Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Foto (Istimewa) : Saat Sidang Sedang Berlangsung.
Medan, Delinewstv - Sidang lanjutan perkara pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Sumatera Utara (Sumut) masih beragendakan pemeriksaan para saksi.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parada Situmorang menghadirkan Liber Junianto Hutasoit alias Soit, mantan sopir freelance terdakwa Zuraida Hanum (41).
Liber Junianto Hutasoit (36) merasa tak nyaman atas desakan majikannya untuk membunuh hakim Jamaluddin.

Dirinya mengaku sempat berpura-pura ditangkap polisi agar tidak didesak lagi untuk membunuh korban.

"Sehingga pada waktu itu, saya ada kenalan di Polsek Patumbak, dan meminta tolong kepadanya agar saya pura-pura ditangkap biar saya tidak ditanyai lagi," kata Liber.

"Ada lima kali pak, atau lebih yang mulia. Tiga di dalam mobil, dan lebihnya melalui telepon, Saya terus menolak, saya tawarkan ke dukun saja," lanjutnya di hadapan Majelis Hakim Erintuah Damanik diruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (6/5/2020).

Saat ditawarkan ke dukun, tawaran Liber tidak diterima terdakwa Zuraida karena tidak percaya dengan hal klenik.

"Pernah sekali saya disuruh membuntuti Pak Jamal. Saya melihat Pak Jamal dengan perempuan berdua di sebuah cafe, tapi saya tidak tahu persis itu siapanya. Umurnya 30-an gitu, tidak pakai jilbab. Saya tunjukkan fotonya kepada ibu (Zuraida-red), dia tidak kenal. Saya disuruh menyelusuri lagi, saya iyakan, tapi tidak saya kerjakan," papar Liber.

Ia juga mengaku saat dikronfrontir di Mapolrestabes Medan usai pasca terbunuhnya Hakim PN Medan tersebut, Zuraida membuat catatan kecil yang isinya akan memberikan Rp 100 juta kepada saksi kalau mau mencabut kesaksiannya.

Kembali Liber mengaku menolak permintaan terdakwa, malah menurut Liber, dirinya pernah melaporkan hal itu kepada polisi, namun tidak ditindaklanjuti.

Menanggapi keterangan saksi, Zuraida mengatakan, benar ada menyuruh saksi mengikuti suaminya dikarenakan hampir setiap hari main perempuan.

Namun, soal tawaran Rp 100 juta saat konfrontir, terdakwa membantahnya.

"Saya spontan bilang ke dia (Saksi-red), saya mau dia (Korban-red) mati karena terlalu sakit hati saya," kata Zuraida.

Selanjutnya sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (8/5/2020) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

(Rid/Kom)

TerPopuler