Masjid Tertua Pada Abad Ke 13 Di Bali

Kamis, 07 Mei 2020, 18:34 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Bali, Delinewstv - Diketahui Pulau Dewata (Bali) yang dihuni oleh mayoritas pemeluk agama Hindu. Akan tetapi, toleransi antar umat beragama sangat kokoh di sini, dibuktikan dengan keberadaan masjid yang bisa bersanding dengan pura, gereja, sampai kuil.

Nah... masjid tersebut dinamakan Masjid Nurul Huda atau dikategorikan sebagai masjid tertua di Bali. Persisnya terletak di Desa Gelgel, Klungkung.
Dengan gagah nya masjid ini berdiri dengan menaranya yang setinggi 17 meter. Dikabarkan masjid ini dibangun pada abad ke-13, sungguh hebat bukan... bahwa bangunan sejarah ini satu-satunya yang menjadi saksi bisu datangnya umat Islam ke Pulau Dewata (Bali).

Artikel dikutip dari Pesona Travel, yakni sejarah dari Masjid Nurul Huda berawal ketika pada zaman Kerajaan Majapahit, Raja Hayam Wuruk mengadakan pertemuan raja-raja Nusantara.
Pada saat itu Kerajaan Gelgel, dipimpin oleh Ketut Dalem Klesir (1380-1460), datang ke ibukota Majapahit di Pulau Jawa. Sepulangnya dari sana dimana sang raja diiringi oleh 40 pasukan Majapahit yang beragama Islam. Sesampainya di Bali, ternyata banyak pasukan yang memilih untuk menetap di Desa Gelgel.

Bagi mereka yang tinggal lalu meminta izin untuk menyebarkan agama Islam dan membangun sebuah tempat ibadah yakni Masjid Nurul Huda. Selain menara yang terlihat kokoh, mimbar berbahan kayu jati dengan motif ukiran daun masih dibertahan di dalam masjid.


Zaman semakin berkembang akhirnya masjid tersebut di renovasi, saat ini masjid berdiri setinggi dua lantai. Perkiraan ada sekitar 300 kepala keluarga yang memeluk agama Islam di Desa Gelgel.

Umat muslim disana hidup rukun berdampingan dengan masyarakat asli Bali yang menyembah Sang Hyang Tunggal. 'Selemparan batu' dari masjid, ada juga pura tempat mereka ibadah.

Sebelumnya Pura Dang Kahyangan dan Pura Dasa Bhuwana yang ada di dekat masjid juga merupakan bangunan bersejarah saat Desa Gelgel sedang di masa jaya nya. Keberadaan pendatang umat Islam juga turut menyemarakkan desa. Tak sedikit warung makanan halal yang buka di sini, meski menu yang disajikan tetaplah kuliner khas Bali, seperti Nasi Campur.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata (Bali), luangkan waktu anda untuk melihat bangunan-bangunan bersejarah di Desa Gelgel, Klungkung.

(Red/Cnn)

TerPopuler