Oknum Kepling 5 Sei Agul Diduga Kutip Biaya Pengurusan KTP.

Kamis, 07 Mei 2020, 11:52 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv - Ditengah pandemi Covid-19, oknum Kepling 5 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat JS kembali diduga melakukan pungli. Dengan melakukan pengutipan uang jasa percepatan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Alex Sinaga warga Jl.Orde Baru Linkungan 5.

Seperti penuturan D Sitinjak warga Jl.Suropati Kelurahan Sekip Medan.pada hari Selasa, (5/5/2020) sekitar jam 22.00 WIB, tepatnya di jalan Suropati, dirinya  dipanggil oleh Alek Sinaga warga Jalan Orde Baru Lingkungan 5.

"Menurut keterangan Alek Sinaga sama saya, dia mengeluh karena diminta uang sebanyak Rp.300 Ribu Rupiah oleh JS untuk jasa pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya dan istrinya yang sudah selesai . Namun, Alek Sinaga tidak menyanggupinya dengan alasan tidak ada uang lagi. Akan tetapi oknum Kepling 5 malah meminta kembali kedua KTP yang telah diberikannya kepada Alek Sinaga, dan akan menyerahkannya kembali  jika Alek membayarkan kekurangannya,"terang Sitinjak menirukan ucapan Alek.

Akibatnya, sambung Sitinjak, Alek Sinaga dan istrinya pun kecewa, apalagi gara-gara urusan KTP tersebut permasalahannya sampai kepada Bos bengkel tempat Alek bekerja. Meskipun akhirnya KTP Alek diberikan Kepling 5 melalui Bos bengkel tempatnya bekerja bermarga Aritonang. Yang mengatakan bahwa kekurangan uang pengurusan KTP dibayar melalui potong gaji.

Mendapat informasi tersebut, awak media pun mencoba mengkomfirnasi, dengan mendatangi kediaman Alek Sinaga di Jalan Orde Baru Lingkungan 5 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.

Alek Sinaga (36) yang ditemui wartawan di kediamannya menjelaskan, bahwa dia sangat keberatan atas sikap oknum Kepling 5 yang membantu warga, tapi meminta uang layaknya calo. Padahal, tugas Kepling adalah melayani warga selaku perpanjangan tangan dari Lurah dan Camat, bukan malah memeras warganya yang miskin.

Diakui Alek Sinaga lagi, awalnya dia bersama bos kerjanya marga Aritonang, pergi mengurus KTP ke kantor Camat Medan Barat. Namun bos kerjanya bermarga Aritonang mengajak Kepling 5 tersebut. Usai perekaman KTP, dirumah Alek, JS selaku Kepling 5 menawarkan jasa untuk mengurus KTP Alek Sinaga agar cepat selesai.

"Karena saya anggap Kepling berniat baik mau menguruskan KTP saya, tentulah saya tanya biaya, Kepling bilang Rp.150 Ribu, karena saya sangat butuh agar KTP saya cepat selesai, sayapun setuju sambil meminta bantuan agar KTP istri saya diuruskan memperbaiki status. Dan ketika KTP selesai, Kepling menelepon saya untuk bertemu. Selanjutnya, Saya menyerahkan uang sebesar Rp.150 Ribu. Namun tidak berapa lama, Kepling datang lagi dan mengatakan uang yang saya berikan kurang karena ada 2 KTP yqng selesai, yaitu KTP saya dan KTP Istri saya,"ujar Alek.

Sambung Alex, akhirnya Kepling pun meminta kembali KTP dari saya lalu pergi. Namun tidak berapa lama, bos kerja Alek bermarga Aritonang mendatangi rumahnya dan berjumpa dengan istri saya. Dengan menyerahkan kedua KTP, sambil mengatakan sisa kekurangan uangnya akan di potong atas, dengan suara nada keras. " Saat istri saya menceritakan itu, saya tentu keberatan, karena kalau harus bayar Rp.300 ribu mending saya tunggu sampai tanggal 9 Mei 2020," terang pekerja  bengkel las ini.

Alek juga sangat menyesalkan sikap oknum kepala lingkungan 5, JS yang dinilai tidak bekerja dengan sepenuh hati, dan tega mematok harga kepada warga yang juga bekerja dengan gaji pas-pasan.

" Dimasa sulit saat ini, masa COVID19, koq tega sekali Kepling 5 meminta uang dengan cara mematok harga kepada saya,"terangnya.

Meski Kepling sudah mengaku salah dan tidak meminta lagi sisa uang pengurusan KTP sebesar Rp.150 ribu itu dan meminta maaf kepadanya di Tanjung Anom, dan mengatakan agar permasalahan tersebut tidak dibawa kemana-mana, namun hati kecil Alek Sinaga beserta istrinya sangat kesal dan tidak lagi suka atas kinerja kepling 5 tersebut.

"Saya sadar, saya orang susah, tapi janganlah saya seakan dibodohi oleh Kepling, kemana sebenarnya dia (Kepling 5) urus KTP saya dan istri saya. Saya harap kiranya pengalaman saya ini tidak dirasakan oleh warga lainnya di lingkungan saya dan di lingkungan lainnya,"ujar Alek di dampingi Istrinya.

Sementara itu, Kepling 5 Kelurahan Sei Agul, JSi saat di konfirmasi melalui telp selulernya Nomor 0821 1239 8xxx, menyangkal infornasi bahwa dirinya ada meminta uang  kepada Alek Sinaga untuk biaya pengurusan KTP.

"Tidak ada itu bang, hoax itu. Saya memang ada urus, tapi tidak ada minta uang. Tahulah, saat ini banyak yang urus KTP, tapi blankonya kosong. Jadi itupun tetap saya bantu warga, kalau ada informasi yang seperti itu abang konfirmasi aja langsung sama saya ya bang,"ujar Kepling 5 ini melalui telepon selulernya.

Lurah Sei Agul, Erfin Muharmansyah ketika dihubungi melalui Hp selulernya, 0852 7061 2xxx, belum dapat di konfirmasi.

Ditempat terpisah, saat wartawan mengkonfurmasi Ketua DPRD Medan Hasyim SE, terkait maslah ini. Hasyim mengatakan kalau hal ini benar, oknum kepling 5 tersebut harus diberi teguran keras, baik sanksi adminis trasi ataupun pemecatan.

" Tugas kepling itu untuk membantu tugas dari pada Lurah dan Camat didalam melayani warga. Bukan malah menyusahkan warga. Keplingkan sudah digaji untuk melayani warga, dan uang gajinya diperoleh dari warga itu sendiri yang membayar pajak," pungkas Hasyim.

TerPopuler