Soal Tutup Paksa Warung Tuak, Tokoh Agama Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Jumat, 01 Mei 2020, 09:03 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Foto (Istimewa) : Salah satu Tokoh Agama di Sumut, Ustadz Martono.

Deli Serdang, DelinewstvSempat viral di media sosial (Medsos) video terkait penutupan paksa warung tuak di Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Video yang diunggah melalui akun Facebook DPP Laskar Pemuda Batak, terlihat sekumpulan orang bersitegang dengan pemilik warung yang diketahui bernama Lamria Manullang.

Tampak dalam video, sekumpulan anggota Front Pembela Islam (FPI) mengacak-acak warung tersebut karena tetap beroperasi di bulan puasa.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh agama di Sumatera Utara, Ustadz Martono sangat menyesalkan terjadinya peristiwa persekusi dan menjurus anarkis itu yang dilakukan oleh oknum FPI terhadap Lamria Manullang (Korban-red).

"Seharusnya hal itu tidak terjadi hanya gara-gara warung yang buka saat bulan Ramadhan. Apalagi bila sebelumnya kedua belah pihak melakukan dialog dengan melibatkan Forkopimcam, tokoh agama dan  tokoh masyarakat setempat," ujar Ustadz Martono kepada Delinewstv, Jumat (1/5/2020).

Dirinya mengaku khawatir peristiwa tersebut berkembang menjadi isu sara' dan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana.

"Kepada masyarakat agar tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan balasan lainnya," imbuh Ustadz Martono.

Tokoh agama yang dikenal energik itu mengajak masyarakat agar terhindar dari perpecahan dan hal-hal yang dapat merobek-robek persatuan, kesatuan dan kebhinnekaan di Sumatera Utara (Sumut) yang selama ini telah tumbuh subur,

"Marilah kita saling menebar kebajikan  di bulan yang penuh dengan berkah ini. Kita serahkan dan percayakan proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya," sebut Ustadz Martono.

(Rid)

TerPopuler