Diduga Program Bantuan Pangan Non Tunai BPNT Jadi Ajang Korupsi Oleh Suplayer PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM) Hingga Saat Ini.

Rabu, 24 Juni 2020, 21:34 WIB
Oleh Amsari

Waykanan, Delinewstv -  Program bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar 200 ribu rupiah/bulan yang bertujuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat miskin diduga masih menjadi ajang korupsi yang dilakukan pihak Suplayer yakni PT.Mubarokah Jaya Makmur (MJM) dan dinas pasalnya Keluarga Penerima Mampaat ( KPM ) hingga hari ini masih menerima sembako yang di siapkan oleh pihak ketiga tersebut dengan nilai yang tidak sesuai, Rabu 24/06/2020.

Hal ini di kuatkan atas konfirmasi beberapa Awak media langsung ke kantor perwakilan PT.Mubarokah Jaya Makmur (MJM ) Rabu 24/06/2020 menurut keterangan dua orang yang mengaku kuli yakni saudara Andre dan saudara Anton uang sebesar 200 ribu tersebut yang di terima oleh KPM di ganti dengan sembako langsung oleh PT.MJM selaku suplayer.

Menurut Anton sendiri dari pihak PT menyiapkan beras 10 kg, telur 16 btr, kacang hijau 1/2 kg, kentang 1 kg,dan buah pir 1 kg dari tebusan KPM sebesar 200 ribu tersebut.
"Ya kalau yang di serahkan ke penerima ya itu, terkait warung masih kita fungsikan sebagai tempat mampir barang yang akan dibagikan ke KPM" katanya menjawab pertanyaan Awak mesia saat di mintai keterangan.

Berbeda lagi dengan jawaban yang di sampaikan oleh saudara Andre yang juga mengaku sebagai kuli di PT.Mubarokah Jaya Makmur ( MJM ) selalu menjawab.
 "kami ini hanya sebagai kuli/Pekerja kalau itu silahkan tanyakan ke kantor pusat saja langsung ke metro karna kami hanya kuli" seperti itu katanya saat di tanyakan terkait pihak PT.Mubarokah Jaya Makmur ( MJM ) selaku suplayer dalam program bansos BPNT yang ada di Way Kanan.

Sedangkan terkait warung Kube BPNT mereka tidak mengetahui apapun juknis dibentuk nya warung Kube tersebut  " kalau untuk warung itu saya saya tidak tau persis karna itu yang buat warung pihak Bank dan pihak dinas" kata Andre menjelaskan.

Reporter : Indera

TerPopuler