Fraksi Nasdem DPRD Medan Menilai Penanganan Covid-19 di Kota Medan Tidak Efesien.

Selasa, 30 Juni 2020, 04:53 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv - Bertambahnya pasien positif Covid-19 di Sumut dan Kota Medan yang terbanyak, mendapat perhatian serius dari Fraksi Nasdem DPRD Medan. Ketua Fraksi Afif Abdillah mengatakan, penganganan Covid-19 harus detail, tidak bisa hanya global per kecamatan, tapi harus melingkup kelurahan dan lingkungan.

Menurut dia, penanganan selama ini terbukti tidak efektif. Kalau  melakukan hal yang sama maka hasilnya tetap sama. Penanganannya harus dengan cara berbeda. Kalau satu kecamatan mendapat status zona merah maka yang diisolasi adalah lingkungan yang zona merah. "Kalau suatu Kecamatan masuk zona merah, lihat di Kelurahan mana penyebabnya. Nah, disitulah di semprot cairan disenfektan hingga steril, bukan seluruh Kecamatan yang disemprot," Kata Afif kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Sehingga, lanjut Afif,  di lingkungan yang positif Covid itu,  selama 14 hari masa karantina kebutuhan hidup masyarakat  tersebut harus ditanggung pemko.  Agar bantuan sosialnya terarah dan tidak ada komplin pemko tidak punya uang. Tapi   yang ditutup  atau dikarantina adalah lingkungan yang ada zona merahnya.

"Kita harus menyelesaikannya dari level paling kecil (per lingkungan) agar tidak naik sampai ke level besar. Ketika masalahnya masih kecil lalu kita 'serang', Insya Allah ke depan virus tersebut tidak pernah besar,” ucap Afif.

Menurutnya, dengan 14 hari karantina atau isolasi satu lingkungan akan membuat lingkungan tersebut termotivasi untuk menjaga lingkungannya. Selama lingkungan tersebut di rapid tes dan disemprot disinfektan, maka lingkungan tersebut sudah bersih.

"Karena tidak akan ada positif Covid yang baru, sehingga tidak perlu lagi difikirkan bahwa satu kecamatan itu zona merah. Padahal sebenarnya lingkungan itu saja yang merah bukan satu kecamatan.   Kalau lingkungan merah kita buat jadi hijau, kan selesai,” terangnya.

Putra mantan Wali Kota Medan Abdillah ini, merasa tidak yakin kalau 121 kelurahan di Medan itu zona merah, paling hanya 30-40 kelurahan. Tapi kalau sampai 21 kecamatan Medan masuk zona merah, maka tidak akan bisa diusulkan jadi masuk fase new normal life.

"Kalau menyelesaikan masalah harus dari titik terkecil, selama ini diberitakan bahwa kecamatan A dinyatakan zona merah/ Setelah ditelusuri ternyata hanya satu kelurahan. Kenapa harus kita disinfektan rame-rame satu kecamatan toh yang merah itu Cuma satu kelurahan,” tegasnya.

Sehingga, lanjut dia, efektifitas dan efisiensi anggaran juga. Kalau lingkungan yang dinyatakan positif Covid-19, lalu “diserang” lingkungan tersebut selama 14 hari dengan menyemprotkan disinfektan, semua warganya dilakukan rapid test, kalau ada yang reaktif di swab test, maka secara otomatis Medan akan bersih dari Covid.

TerPopuler