Kehadiran Investor Berpengaruh Ke Industri Perbankan Indonesia

Kamis, 18 Juni 2020, 20:31 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, Delinewstv - Di situasi saat ini, bagi investor Indonesia, khususnya bank-bank BUKU 1 dan BUKU 2, saat ini cenderung lebih memilih menjual saham mereka ketimbang menanam modal yang cukup besar atau menggabungkan bank-bank mereka.

"Ke depan bank-bank harus punya ekosistem untuk bertahan. Dalam hal ini tidak hanya bisnis bank, melainkan mereka punya bisnis asuransi dan sebagainya juga yang saling berkaitan," ungkapnya.

Diketahui bahwa perusahaan Kookmin Bank bukan menjadi investor asing perbankan pertama di Indonesia usai mengambil alih saham mayoritas Bank Bukopin. Bank Permata dan BTPN menjadi beberapa diantara bank di Indonesia yang sahamnya dimiliki asing, yaitu Jepang.

"Masuknya Kookmin Bank ke Bukopin saya rasa satu momen yang bagus, karena akan memperkuat permodalan mereka. Bank Bukopin ini kan Bank BUKU 3, jadi harus diperkuat," ungkap Aviliani.


Menurut para ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan, sejauh ini peran investor asing dalam meningkatkan kekuatan bank di Indonesia membawa dampak positif bagi perusahaan dan ekonomi nasional.

Selain itu, besarnya pasar di Indonesia dan tingkat suku bunga yang masih tinggi dibandingkan negara asal, menjadikan mereka memilih Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi.

"Bagi investor asing perbankan di Indonesia itu masih sangat menarik, terlebih sebagai negara berkembang, pasar Indonesia besar sekali, jadi cukup potensial," ungkapnya, (18/6/2020).


Dalam sektor industri perbankan di Indonesia, menurut Aviliani, saat ini perbankan dituntut untuk cepat beradaptasi dengan teknologi jika tidak ingin hilang dari pasaran. Hal inilah yang menjadikan pemilik modal harus menambah modal sampai triliunan rupiah.



(red/lptn6)

TerPopuler