Komisi III DPRD Medan Pertanyakan Kebijakan Plt.Dirut PD Pasar Disaat Pandemi

Selasa, 23 Juni 2020, 22:38 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan,Delinewstv - Kebikajan dan langkah kongkrit yang diambil oleh Plt.PD Pasar Nasib S.Sos, M.Si terhadap seluruh pasar yang berada di Kota Medan, dipertanyakan oleh Komisi IV DPRD Medan saat memanggilnya dlam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang komisi tersebut, Selasa (24/6/2020).

Rapat Dengar Pendapat ini dipimpin oleh Wakil ketua komisi C Abdul Rahaman Nst.SH (PAN), bersama anggota Erwin Siahaan (PSI),
Siti Suciati SH (Gerindra),
Neti Yuniati Siregar (Gerindra) dan Irwansyah S.Ag,SH (PKS).

Dalam kesempatan ini Plt. Dirut PD. Pasar Medan Nasib S.Sos M.Si, didampingi Maneger Umum Oesman Manalu, mengatakan bahwa hingga kini pasar tradiaional di Kota Medan belum masuk kedalam zona New Normal. "Tapi masuk ke zona PSBB sehabis lebaran kemarin. New Normal sudah harus diterapkan, sebab masyarakat sudah lama di kurung tak boleh bekerja keluar rumah seperti biasa. Namun mereka wajib mengenakan masker saat berbelanja kepasar," katanya.

Dimana pada pada masa pandemi ini saat lebaran kemarin, sambung Nasib, THR para pegawai PD Pasar bisa dikasih penuh. "Dengan catatan, gaji mereka dibayar separuh tapi THR nya penuh atau gaji yang dibayar penuh tepat waktu namun THR dibayar separuh," ucap Nasib.

Nasib juga menyebut, bahwa terkait New Normal pihak PD Pasar menunggu keputusan dari Provinsi.Namun aturan sudah kita terapkan berupa, pemeriksaan dipintu masuk menggunakan Thermo Gun, social disgancing (jaga  jarak).dan dua jam sekali petugas menghimbau para pengunjung. "Setelah New Normal setiap pedangang yg tidak memakai masker, izin nya akan kita cabut," terang Nasib.

Nasib juga menjelaskan, bahwa ada empat orang stafnya yang positif Corona, dan saat ini 2 orang sudah sembuh, sementara yang 2 lagi masih menjalani karantina (penyembuhan).. "Obat mereka itu hanya ketahanan tubuh, berupa minum vitamin, makan bergizi. Jadi bukan obat mujarap, tapi pola hidup yang baik dan sehatlah," ujarnya.

Sementara itu Suciati mempertanyakan berupa apa saja kontribusi yang didapat oleh PD Pasar.

Menanggapi pertanyaan ini Nasip pun menjawab, pengelolaan parkir, jaga malam, kamar mandi, tanpat berjualan dan royalti yg memakai aset negara, pemakaian aset yang dikuasai perusahaan daerah secara umum.

Selain itu Suci juga mempertanyakan atas pengeloalaan Pasar Marelan. Yang mana kios didalam atau diluar apa sama retribusinya. "Sebab banyak pedagang yang berjualan yang diluar, apakah ada perbedaan biaya persewaannya," pungkas

Menurut Nasib, kios pedagang yang didalam, listriknya dikutip dan diluar tidak. Dan kutipan harian yg dikutip 3000 hingga 5000 rupiah per lapak atau kios.

TerPopuler