Menpan RB Sedang Menyusun Strategi Pengurangan ASN

Minggu, 21 Juni 2020, 10:01 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, Delinewstv - Pernyataan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo sedang menyusun strategi untuk mengurangi aparatur sipil negara atau ASN yang tidak produktif dalam masa bekerja di rumah selama pandemi Covid-19. "Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat," kata Tjahjo, (20/6/2020).

Kesimpulan Kumolo, bahwa saat ini di Indonesia memang kelebihan ASN yang tidak diperlukan, tetapi kekurangan tenaga yang dibutuhkan. "Too many, but not enough."

Menurut politikus PDIP ini, untuk itu perlu dilakukan perubahan drastis dalam format kebutuhan kompetensi untuk rekruitmen ke depan.
Selain itu juga, Menpan RB terus berkooordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara untuk mencari solusi merumuskan ulang sistem manajemen ASN sesuai dengan tatanan kenormalan baru. "Jika komposisi dan kompetensi sudah akurat dan jumlah total ASN sudah tepat, remunerasinya juga akan bisa meningkat signifikan," ujar Kumolo.

Untuk saat ini, Tjahjo menyatakan pihaknya sedang fokus memperbaiki kinerja PNS mulai dari tahapan rekrutmen, dengan proses dilakukan menggunakan sistem digital.

"Pemerintah akan mendapatkan SDM terpilih yang akan menggerakkan sistem pemerintahan Indonesia, mereka yang terpilih dengan sistem ini, diharapkan bisa menjadi Smart ASN," ucap Tjahjo.

foto ilustrasi aparatur sipil negara
Profil yang dimaksud smart ASN ini, antara lain integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai teknologi informasi, menguasai bahasa asing, memiliki jiwa hospitality, memiliki jiwa wiraswasta, dan memiliki jaringan yang luas.

Dengan begitu, Tjahjo menargetkan pemerintah pada 2024 mendatang bisa mendapatkan SDM yang unggul, berkualitas, dan memiliki integritas.

"Maka kami nanti akan mendapatkan digital talent dan digital leader," pungkasnya.


(red/tmp.co)

TerPopuler