Orang Tua Siswa Minta Uang UNBK,Foto Kopy dan Tamasya di Kembalikan

Selasa, 23 Juni 2020, 09:39 WIB
Oleh M.Bakti Napitupulu


Reporter: JAT Purba

Pematang Bandar, Delinews - Merebaknya pandemi covid 19 sejak tiga bulan lampau,maka sekolah diliburkan, sedangkan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) yang sudah dijadwalkan ditiadakan dan peserta didik belajar di" rumah aja" 

Sementara di SMPN I Pematang Bandar sudah di kutip dana UNBK sebesar Rp 207.000, sesuai hasil rapat komite dengan pihak sekolah.Untuk uang foto Kopy sebesar Rp 50.000 dan uang tamasya di kutip saat pengambilan SKHU di bayarkan.
informasi yang dihimpun kru Media ini dilapangan Jumat (19/06/2020) menyebutkan jika tidak dibayarkan uang foto Kopy dan Tamasya tidak diberikan SKHU.

Selanjutnya kru Media ini menyambangi kantor SMPN I Pematang Bandar,sekira jam 10.00 Wib guna konfirmasi terkait hal tersebut diatas, namun tidak berhasil menemui kepala sekolah,pegawai tata usaha Ismi mengatakan " kepala sekolah rapat di Raya, jadi sibuk beliau Pak " tutur Ismi.

Selanjutnya dikatakan Ismi ada apa yang perlu pak, kru Media ini menjawab " mau konfirmasi terkait pengambilan SKHU peserta didik " karna pengaduan orang tua siswa saat anaknya mengambil SKHU tidak diberikan, sebab belum bayar uang foto kopi dan tamasya. Pegawai tata usaha ini menjawab " tidak ada itu pak," siapa rupanya, mungkin dia belum mengembalikan buku paket ke sekolah, jadi kami tidak berikan SKHU begitu pak. Kru Media ini menjawab sudah Bu dikembalikan semua buku pelajaran kepihak sekolah.

Ismi berkilah " ah kami rasa bel kesini dia pak" 
oleh karna berbelit- belit jawaban TU Ismi ini, maka kru Media ini memanggil siswa tersebut, dan tidak berapa lama siswa sampai disekolah, kru Media ini bertanya kepada siswa itu, siapa pegawai yang kau temui, siswa itu menunjuk kepada salah seorang wanita pegawai TU, kemudian ditanya kenapa tidak diberikan SKHU mu itu, siswa itu menjawab karna" tidak bayar uang tamasya sebesar Rp 185.000 dan uang foto kopi sebesar Rp 50.000,ujar siswa itu, namun langsung di bantah pegawai TU dengan lantang.

Nah yang menjadi pertanyaan,mengapa SKHU anak itu tidak diberikan?. 
Dengan rasa malu Ismi memberikan SKHU siswa tersebut.

Saat ditanya mengapa uang yang dikutip dari siswa itu tidak dikembalikan dengan lantang Ismi menjawab " sudah diberikan sebagai panjar kepada pihak armada, lagian belum bisa mengadakan rapat guna untuk mengembalikan uang yang sudah dikutip,ujarnya.

Sementara Senin (22/06/2020) orang tua siswa Sianipar dan Ibu Hasibuan melaporkan kepada kru Media ini bahwa anaknya dikutip sewaktu mengambil SKHU pak, uang tamasya sebesar Rp 185.000, dan uang foto kopi sebesar Rp 50.000. sedangkan uang UNBK sudah lebih dulu dilunasi sebesar Rp 207.000. jika tidak dibayarkan tidak maka SKHU tidak diberikan pihak sekolah.ujar ibu Sianipar dengan rasa kesal.

Dikatakan padahal di masa pandemi covid 19 kami tidak dapat bekerja lagi, menjual makanan keliling, uang itu sangat  perlu bagi kami, lagian kata ibu paro baya ini dimasa pandemi covid 19 ini kok mau Tamasya, kami heran pak.
Olehnya kami minta kepada pihak sekolah agar segera mengembalikan uang kami ,ujar nya. 

TerPopuler