Pertanian Modal Kuat Dalam Ketahanan Pangan Indonesia

Kamis, 25 Juni 2020, 23:04 WIB
Oleh Redaksi 77
M. Iqbal disebelah duplikat Presiden Sukarno.
Medan, DelinewstvPersoalan pangan atau istilah lebih luasnya sembilan bahan pokok (sembako), yang salah satunya bersumber dari sektor pertanian. 

Ketika rakyat mengalami kesulitan mendapat sembako yang murah, maka banyak anasir yang mengatakan bahwa pengelolaan sumber pertanian tidak melihat pasar maupun kebijakan yang tidak berpihak ke petani atau pertanian. Sehingga yang sering ditempuh adalah menambah kuota import. 


Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Pusaka Pancasila, M Iqbal didampingi Wakil Ketua Fajar, pada Kamis (25/6/2020).  

Menurutnya, ketika Covid-19 melanda Indonesia, hampir setiap kegiatan bantuan sosial (bansos) beras masih incaran rakyat, sehingga anggaran pemerintah untuk membelanjakan permintaan beras akan melonjak. 

Sehingga bisa saja pasca penurunan Covid-19 akan ada kuota tambahan import beras disebabkan pemenuhan kebutuhan bansos guna mengatasi dampak ekonomi terutama bagi masyarakat.


"Daya beli rakyat menurun, maka pemenuhan sembako menjadi salah solusi agar tidak melebarnya dampak sosial ke arah dampak sosial politik saat ini di Indonesia," jelas Iqbal.

Oleh karena itu, lanjutnya, menguatkan disektor pertanian sawah, dimana penambahan luas areal sawah dan penguatan petani lewat kelompok tani, akan lebih baik.

"Daripada menciptakan struktur baru di Indonesia yaitu lembaga ketahanan pangan, akan mubazir. Karena akan membebani anggaran serta menciptakan pos anggaran baru," demikian Iqbal menambahkan.

Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) ini berharap, pemerintah agar lebih condong ke penggunaan lahan pertanian.

"Kami berharap pemerintah memastikan luas areal lahan pertanian basahnya, dan mengawal distribusi hasil pertanian," Iqbal menandaskan.

(Ridwan)

TerPopuler