Vonis Ringan Si Penadah, Tuntutan Jaksa PN Sibolga Dinilai Cederai Keadilan

Rabu, 17 Juni 2020, 03:53 WIB
Oleh Redaksi 77
Surniyati istri terdakwa Fauzi

Sibolga, DelinewstvVonis ringan terdakwa penadah penggelapan mobil yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syakhrul Effendi Harahap, SH, MH., di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga Sumatera Utara (Sumut) dinilai mencederai rasa keadilan.

Dikatakan demikian, terdakwa penadah penggelapan mobil yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat 
Sisanol Fahmi ini divonis oleh Majelis Hakim PN Sibolga dengan hukuman ringan selama 1 bulan penjara.

Selain Sisanol, terdakwa penadah lainnya yakni Wahyu Nuzawi yang hanya divonis 2 bulan penjara.

Sementara Rahmad Fauzi alias Fauzi terdakwa atas dakwaan turut serta membantu penggelapan mobil, dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara.

"Suami saya hanya sebagai peran pembantu itupun melalui via seluler dan tidak melihat ataupun menyaksikan transaksi mobil tersebut digadaikan," ujar Surniyati (istri terdakwa Fauzi) kepada Delinewstv, Selasa (16/6/2020).

Ibu rumah tangga yang berusia 36 tahun ini memaparkan, Sisanol Fahmi berperan sebagai penadah mobil dan Wahyu Nuzawi yang mengambilkan uang dari Sisanol Fahmi. Sedangkan Fauzi hanya sekedar membantu dan tidak terlibat langsung dalam transaksi mobil tersebut.

"Saya mohon keadilan kepada negara dan jangan hilangkan kepercayaan masyarakat kepada pengadilan. Mengapa suami saya hanya sebagai peran pembantu dituntut 1 tahun 6 bulan, sedangkan penadah divonis ringan," tutur Surniyati sembari terisak sedih.

Menanggapi hal itu, Ketua Komunitas Jurnalis dan Masyarakat, Ridwan Fahlevi menyesalkan Pengadilan Negeri Sibolga memberikan vonis ringan terhadap para penadah.

“Ya patut disesalkan karena mencederai keadilan masyarakat,” tegasnya.

Dikatakannya, memang hakim bertugas memperhatikan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Namun, vonis yang relatif rendah terhadap para penadah, tidak menunjukkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Adapun hakim dalam memutus seharusnya mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat yang tersakiti," cetusnya.

Menelisik kebelakang, Andi Ardianto, SH., didampingi Khairil Anwar Damanik, SH., dan M Aris Damanik, SH., selaku kuasa hukum terdakwa Rahmad Fauzi,  dirinya menyampaikan, bahwa kliennya menjadi terdakwa atas dakwaan turut serta membantu penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 Jo 56 KUHP di  Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Andi mengatakan, dalam perkara tersebut, seluruh tersangka utama atas nama Timpal Tulus Manalu, Sisanol Fahmi dan Wahyu Nuzawi bahwa mereka juga telah menjadi terdakwa.

Menurutnya, jika alasan Jaksa Penuntut Umum karena antara Sisanol Fahmi dan Wahyu Nuzawi dengan korban atas nama Wandry meyrikson Tambunan telah ada ganti rugi dan perdamaian, maka dituntut dan divonis ringan maka seharusnya seluruh terdakwa termasuk Rahmad Fauzi dalam kasus ini seharusnya juga dituntut dan divonis ringan.

"Karena dalam kasus ini seluruh para terdakwa jadi satu kesatuan dan tidak ada lagi kerugian dari korban," tutur Andi, Senin (15/6/2020) lalu.

Kami meminta keadilan terhadap Majelis Hakim yang menangani perkara Rahmad Fauzi agar ditegakkan keadilan khususnya untuk diri Terdakwa Rahmad Fauzi, jangan sampai ada perbedaan ataupun diskriminasi terhadap  Rahmad Fauzi," pungkasnya.

[Ridwan]

TerPopuler