Anggota DPRD Nias VC Tak Senonoh Via WA, Praktisi Hukum Dedy Alamsyah Angkat Bicara

Minggu, 12 Juli 2020, 01:03 WIB
Oleh Bern

Nias, Delinewstv – Beredarnya skandal video syur (video call) yang berdurasi 1 menit 2 detik anggota DPRD Kabupaten Nias SN Ndruru dari Partai Hanura menuai banyak komentar dari nitizen.

Mereka menilai apa yang ada dalam video tersebut tidak ber-etika dan tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum anggota DPRD di Kabupaten Nias itu.

Salah seorang praktisi hukum, Dedy Alamsyah,S.H., menyayangkan sikap SN Ndruru anggota DPRD Nias yang juga sebagai ketua Dewan Kehormatan. “para anggota DPRD seharusnya jadi cemas karena cerita ini bertambah buruk” ujar seorang praktisi hukum Dedy Alamsyah, SH saat dihubungi melalui via telepon selular, Sabtu (11/7/2020) malam.   

Dedy juga mengatakan, seharusnya rekan-rekan satu partainya juga harus mendesak pria yang kelahiran 1973 itu untuk mundur dari jabatannya. SN Ndruru seharusnya punya respek akan konstituennya. Sehubungan dengan prilaku online SN Ndruru yang opensif, dia seharusnya mundur dari jabatannya.

Lanjut Dedy lagi, ini menjadi konsumsi publik yang lagi viral. “Sebagai anggota  DPRD perlu mengkonsumsi prilaku yang lebih baik, bijak memiliki integritas untuk menjalankan profesinya”, etika profesi juga harus dijaga untuk menjadikan sebagai nilai jual setelah menjadi pemangku jabatan. Prilakunya ini seakan tidak memiliki moral dalam menunjukkan sikap kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Nias.

SN Ndruru menjadi pemberitaan viral setelah dirinya melakukan video call (vc) dengan meraba-raba kemaluan SN Ndruru sendiri ke seorang perempuan tanpa mengenakan sehelai pakaian lewat WhatsApp (WA) yang tidak diketahui namanya. SN Ndruru mengakui itu memang dirinya, namun itu” saya dijebak.” SN Ndruru meminta untuk tidak usah di publikasikan.” Katanya saat dihubungi redaksi lewat telepon selularnya. 

Praktisi hukum yang dikenal ini menambahkan, ditengah pandemi Covid-19 SN Ndruru memanfaatkan panggilan video jarak jauh (vc) untuk melakukan perbuatan tak senonoh tersebut. Hal inilah yang dapat menjatuhkan imej seorang anggota Dewan khususnya di Kabupaten Nias.

“Panggilan jarak jauh ini selain mudah dan praktis, ini bisa dilakukan dimana saja pada waktu apapun. Kendati menjadi salah satu cara yang paling sering digunakan untuk bekerja,” pungkasnya.

TerPopuler