Antonius D Tumanggor Beramah tamah Dengan Warga Yang Terancam Penggusuran PT. KAI.

Minggu, 26 Juli 2020, 21:25 WIB
Oleh Amsari

Medan, Delinewstv – Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor kunjungi rumah warga pinggir rel di Jl Pengayoman Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (26/7/2020). Antonius bertemu dan beramah tamah dengan ratusan warga pemilik rumah yang terancam digusur oleh pihak PT Kereta Api Indonesia ( PT KAI) Drive I Sumut.

Saat bertemu dengan warga, Antonius menyatakan siap mendampingi warga untuk memfasilitasi bertahan minta penundaan penggusuran. Sebagaimana dalam surat manajemen PT KAI, penggusuran akan mulai dilakukan Senin, 27 Juli 2020.

"Saya besok (red- Senin 27/7/2020) akan ikut mendampingi warga bertahan di lokasi minta penundaan penggusuran dari PT KAI. Kasihan warga dengan tenggat waktu 1 minggu diberi kelonggaran. Apalagi ini situasi Covid-19, warga terbatas beraktifitas,” ujar Antonius kepada wartawan Minggu sore (26/7/2020).

Sebelumnya, Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor sudah menyuarakan agar pihak PT Kereta Api Indonesia ( PT KAI) Drive I Sumut agar menunda penggusuran rumah warga di pinggir rel Jl Pengayoman Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Pihak PT KAI diharapkan memberi kelonggaran kepada warga untuk pindah karena situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang masih mewabah saat di Kota Medan.

Selain itu, Antonius Tumanggor juga minta pihak manajemen PT KAI agar memberikan ganti rugi yang layak kepada warga sebagai pengganti uang pindah. Sebab, sebagian warga sudah sempat mendirikan bangunan yang permanen dengan biaya besar di pinggir rel.

Diketahui, sebelumnya puluhan perwakilan warga yang berdomisili di Jl Pengayoman pinggir rel Kel Sei Agul Kec Medan Barat mendatangi rumah kediaman Antonius Tumanggor pada Selasa (22/7/2020). Warga mengadu kepada Antonius dan berharap dapat memfasilitasi keluhan mereka.

Salah satu warga saat bertemu dengan Antonius Tumanggor bernama Demson Situmorang menyampaikan, warga resah dengan adanya surat yang mereka terima dari pihak PT.KAI yang isinya meminta seluruh warga yang tinggal di disisi jalur Kereta Api  dari KM 1 + 700 s/d KM 4+800 lintas Medan – Binjai supaya pindah. Karena akan dilakukan penertiban bangunan warga yang terdiri diatas tanah negara yang merupakan lahan/lokasi untuk pekerjaan penindakan Jalur Kereta Api.

Didalam surat tersebut, pihak PT.KAI meminta warga masyarakat untuk membongkar sendiri bangunannya sesuai jarak batas yang ditentukan paling lambat tanggal 27 Juli 2020. Apabila sampai waktu yang telah ditentukan tidak dibongkar,  maka akan dilakukan penertiban dan segala resiko yang ditimbulkan akibat penertiban tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab warga.

Sambung Situmorang, yang tinggal di Jalan Pengayoman No.163 A Medan, bahwa mereka pada dasarnya tidak melawan dan menerima  akan digusur, namun mereka minta waktu paling lama sampai bulan Desember 2020 untuk mencari tempat tinggal baru.


Reporter : Amsari

TerPopuler