Antonius Tumanggor : Lurah Madrash Hulu Harus Mendata Pohon Kategori Asset Pemko

Senin, 13 Juli 2020, 23:35 WIB
Oleh Amsari

Medan, Delinews tv -  Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Antonius D Tumanggor, S.Sos mengaku sangat kecewa, akibat terlalu mudahmnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan mengeluarkan surat rekomendasi untuk melakukan penebangan pohon-pohon di kota Medan dengan alasan revitasilasi atau pemangkasan.
Sebab, diduga praktik pemotongan ataupun pemangkasan pohon yang dilakukan oleh DKP karena adanya pesanan dari pihak lain, dan memang keberadaan pohon tersebut mungkin sudah sangat menggangu atau berbahaya bagi pengguna jalan.

Anggaran biaya perawatan pohon yang selama ini dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diduga tidak maksimal dilakukan, dan dikatahui masih banyak pohon-pohon di kota Medan yang tidak terurus. "Jika diperhatikan, hampir di seluruh daerah Kota Medan ditumbuhi oleh pepohonan. Dan ada beberapa jenis pohon yang seharusnya dilindungi dan dijaga, yakni pohon trambesi, pohon mahoni dan pohon jati. Ada juga pohon palem, pohon angsana dan lainnya. Semua pohon yang sudah masuk menjadi asset kota Medan meskipun itu pohon yang ditanam oleh perorangan maupun perusahaan harus tetap dijaga dan dilestarikan keberadaannya," jelas Antonius.

Antonius juga menilai, jika dibiarkan semakin lama, banyak pohon-pohon di kota Medan berhilangan satu persatu, apalagi didaerah tersebut akan dibangun suatu gedung ataupun perumahan. Tidak tertutup kemungkinan pohon-pohon yang ada didaerah tersebut akan ditebang dengan berbagai alasan. Dan anehnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan seolah merestui pohon-pohon yang menjadi bagian ruang tata hijau dan sebagai paru-paru udara di Kota Medan.

Selama ini fungsi pohon tersebut juga untuk menyerap air dan karbon dioksida, dan dipotong hanya demi mengikuti pesanan maupun permintaan oknum tertentu. "Seharusnya pembangunan itu bisa berlangsung, namun tetap memperhatikan keramahan lingkungan sekitar, agar ketika ada pembangunan, tidak berpengaruh kepada ekosistem dan lingkungan disekitarnya,"jelas politisi Fraksi NasDem ini, Senin (13/7/2020).

Kejadian pemotongan 19 batang pohon di Jalan Cut Mutia Medan, menimbulkan berbagai pertanyaan, sebab, sangat ganjil saja, ketika hanya disepanjang Mutia Restoran saja pepohonannya ditebang habis dengan alasan refitalisasi.
"Kan aneh saja, mau ditanam pohon yang sejenis, namun hanya disepanjang lokasi depan restoran. Kenapa tidak disepanjang Jalan Cut Mutia saja," tanya Antonius.

Untuk itu, Antonius meminta kepada Lurah Madrash Hulu untuk menginventariskan pohon-pohon yang sudah menjadi asset Pemko Medan dan apalagi selama ini sudah dianggarkan pemerintah biaya perawatannya. " Jangan sampai terjadi illegal Loging dan korupsi pohon yang dilakukan dengan alasan perawatan ataupun revitalisasi," sebut Antonius.

Dampak dari ketidak pedulian manusia terhadap keberadaan pohon-pohon yang ada di kota Medan, sambung Antonius menjadi salah satu faktor penyebab mudahnya banjir dan tidak ASRI nya tempat tersebut, inilah yang harus menjadi perhatian serius dan harus diperbaiki oleh pemerintah Kota Medan," ujar Wakil Ketua Fraksi NasDem Kota Medan tersebut.

Kepada Kepala D & P Kota Medan, MM.Husni, Antonius berpesan agar melakukan program pemeliharaan pohon dengan tetap menghargai pohon sebagai paru-paru kota Medan, sebab, keberadaan RTH di Kota Medan juga semakin berkurang, dengan tingkat populasi penduduknya.

" Kita juga tidak tahu, dikemanakan semua kayu sisa-sisa pemotongan pohon yang dilakukan oleh dinas K & P Kota Medan, apakah dibawa  ke Lapangan Candika atau suatu tempat misalnya ke perusahaan pembuat mebel. Sebab, ada informasi, pesanan kayu untuk Mebel dijadikan untuk penebangan pohon yang sudah ditarget," ungkap Antonius.

Kepala Dinas K & P Kota Medan, sambung Antonius, jangan mengatakan jika saat ini tahun 2020 anggaran perawatan pohon tidak ada akibat Covid-19, tetapi dikemanakan biaya perawatan dan pemangkasan pohon di tahun sebelumnya, dan kenapa kondisi pohon saat ini dialaskan seolah pohon sudah rusak dan tidak terawat maka harus di revitalisasi meskipun diketahui ditebang habis. 

"Contohnya di Jalan Cut Mutia yang dikatakan kondisi pohon sudah harus dipotong karena sudah rusak dan berjamur, namun hanya disepanjang Mutia Restoran. Kita lihatlah, ada banyak pohon disekitar situ yang kurang dirawat, kan bisa bekerjasama dengan ahli pohon untuk mencari solusi agar pohon-pohon bisa semakin tumbuh kuat meski sudah berusia tua. Kan harus ada catatannya berapa jumlah pohon yang masih kuat dan berapa jumpah pohon yang mesti direvitalisasi, dan berapa jumpah pohon yang harus dipotong habis karena memang sudah rawan dan berbahaya bagi keselamatan manusia,"tegas Wakil Rakyat dari Dapil 1 Kota Medan ini.

Antonius Tumanggor juga mengingatkan M.Husni untuk tidak gampang mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan penebangan pohon sebelum dilihat dari kondisi ke urgenan pohon tersebut sehingga harus ditebang.

Reporter : Amsari

TerPopuler