Hadirnya Listrik Dapat Meningkatkan Taraf Hidup Dan Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2020, 06:09 WIB
Oleh Gugun Marpaung

NTT, Delinewstv - Diketahui PLN akan menyalurkan listrik ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), salah satunya di Kabupaten Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan penjelasan Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores, Simi Lapebesi, hingga Juni 2020, rasio desa berlistrik di Kabupaten Manggarai Timur telah mencapai 85,23 persen. Khusus di Dataran Flores, sepanjang tahun 2020, PLN juga telah berhasil menyalakan listrik ke 46 desa yang berada di Dataran Flores.

"Saat ini, PLN memang fokus untuk melistriki desa yang sama sekali belum berlistrik. Tapi selanjutnya, secara bertahap PLN akan tetap membangun infrastruktur kelistrikan kepada desa-desa yang saat ini telah mendapatkan akses listrik non PLN. Seperti desa Golo Nderu yang masuk dalam perencanaan Tahun 2021," kata Lapebesi, di Jakarta, (25/7/2020).


Selanjutnya mengalirkan listrik ke 46 desa tersebut, PLN telah membangun 66 unit gardu distribusi dengan daya sebesar 3.050 kiloVolt Ampere (kVA), Jaringan Tegangan Menengah 203.98 kilometer sirkuit (kms), dan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 184.82 kms.

Selain itu, saat ini PLN juga sedang menyelesaikan pembangunan jaringan listrik untuk melistriki 50 desa yang belum berlistrik di Dataran Flores.

"Sesuai mandat yang diberikan kepada PLN, kami terus berupaya agar semua desa bisa menikmati listrik. Hadirnya listrik diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," ucap Lapebesi.

Desa Golo Nderu merupakan kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, diketahui warganya telah mendapatkan aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wae Woja dengan daya sebesar 40 kW.

"Pembangkit tersebut dibangun oleh pemda dan telah beroperasi sejak tahun 2015," tutup Lapebesi.
Berkat kerja keras, PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan 4 infrastruktur kelistrikan baru guna memperkuat sistem kelistrikan Pulau Timor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun empat infrastruktur tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker berkapasitas 40 Megawatt (MW), Gardu Induk (GI) Kupang Peaker/Panaf dan GI Bolok masing-masing berkapasitas 30 Mega volt Ampere (MVA) dan 60 Megavolt Ampere (MVA).


Bukan hanya itu saja, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Panaf - GI Bolok sepanjang 33 kilometer sirkuit (kms), yang menjadi jaringan trasmisi 150 kV pertama di Pulau Timor.

Kabar sebelumnya, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda menyampaikan, selesainya uji komisioning PLTMG Kupang Peaker menjadi penanda pembangit listrik ini siap memasok listrik ke sistem kelistrikan Timor melalui SUTT 150 kV dari GI Panaf menuju ke GI Bolok.

"Pasokan daya dari PLTMG Kupang Peaker ini dialirkan melalui GI dan transmisi yang baru ini, jadi ini satu kesatuan. Kami pun sangat bersyukur, meski di tengan pandemi Covid-19, kami tetap bisa menyelesaikan pembangunan-pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini," tutur Huda dalam keterangannya, (24/7/2020).

Beroperasionalnya SUTT 150 kV Panaf - Bolok dapat meningkatkan pasokan daya dan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor. Dengan tambahan infrastruktur ini dan sistem kelistrikan Timor memiliki daya mampu sebesar 143 Megawatt (MW) dengan kekuatan beban puncak tertinggi sebesar 106 MW.

"Bertambahnya pasokan daya listrik sebesar 40 MW dari PLTMG dengan jaringan SUTT 150 kV jelas menjadikan Sistem Kelistrikan Timor jauh lebih andal dan mampu melayani berbagai kebutuhan listrik, khususnya untuk mendorong tumbuhnya investasi dan meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) di Provinsi NTT, khususnya di Pulau Timor," ujar Syamsul.




[red/lptn6]

TerPopuler