Husni Akui Masih Kekurangan Kenderaan Pengangkut Sampah Kepada Komisi IV DPRD Medan.

Selasa, 21 Juli 2020, 18:08 WIB
Oleh Amsari

Medan, Delinewstv -  Komisi IV DPRD Kota Medan yang dipimpin langsung oleh Ketua Paul Mei Anton Simanjuntak,SH, (PDI Perjuangan, Hendra DS (Hanura), Renville Napitupulu (PSI), Antonius D Tumanggor (NasDem), Daniel Pinem ( PDI Perjuangan), Sukamto (PAN), Dedy Aksari (Gerindra) dan David Roni Ganda Sinaga (Partai PDI Perjuangan) saat melakukan kunjungan, diterima oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, M.Husni, Sekretaris, Fahri dan staf ASN DKP serta staf Komisi IV DPRD Medan, Selasa (21/7/2020).

Pada pertemuan tersebut, Husni menjabarkan semua program yang sudah mereka kerjakan termasuk kendala yang dihadapi saat ini akibat dampak Refocusing dimasa pandemi Covid -19.

Kembali Husni menjelaskan, untuk tenaga pekerja harian lepas (PHL) diakui saat ini ada sebanyak 2.454 orang petugas kebersihan sudah termasuk supir truk, dan petugas pengangkut sampah. "Jumlah ini tidak seimbang untuk bekerja melayani kebersihan sampah dikota Medan yang memiliki luas sekitar 3000 kilometer," terang Husni.

Sambung Husni lagi bahwa rasio untuk penyapu jalan antara radius 20 meter perorang timbal balik diambil dari pudat kajian di Kota Bandung. Untuk pengangkutan sampah, dirinya mengakui masih kekurangan kenderaan pengangkutan sampah. Dan akibat dampak itu, target armada sampah dikota Medan sampai tahun 2021 sulit terwujud. 

"Namun saya optimis, dengan kerjasama dengan pihak ketiga, maka target untuk pemenuhan kenderaan pengangkut sampah termasuk ketersediaan penerangan lampu Jalan akan dapat terpenuhi dan menguntungkan pemko Medan," ucap mantan Kadis Pendapatan Kota Medan ini.

Dari jumlah laporan persentasi anggaran Tahun 2020 berdasarkan pagu indikatif Refocusing II dengan total 519.260.000.000, terbesar adalah untuk pembayaran listrik sebesar Rp.269.648.549.889 realisasi 159.534.565.163.00 atau 59.16%. Gaji PHL Rp.141.689.342.208 realisasi 70.637.788.012 atau 49,85%.

Sementara itu Ketua Paul mempertanyakan tentang biaya penguburan Kristen di Perumnas Simalingkar, yang dinilai mahal dan memberatkan masyarakat.
" Kami minta agar Dinas Pertamanan mensosialisasikan jumlah retribusi pemakaman yang resmi kepada masyarakat di lokasi pemakaman. Ini untuk mencegah harga pemakaman yang dinilai sudah menjadi proyek oleh oknum-oknum tertentu," jelas Paul.

Sementara diakui Paul, tarif resmi dari pemko adalah Rp.850 ribu, namun dilapangan dikutip Rp.1 s/d 3 juta Rupiah.

Anggota DPRD Medan yang lain, Antonius Tumanggor meminta agar Kadis untuk membuat list daftar harga resmi biaya penguburan sesuai Perda di lokasi pekuburan yang ada di Kota Medan.
"Jadi jika ada yang meminta tarif diatas ketentuan, masyarakat dapat mengadukan ke pihak dinas Pertamanan dan Kebersihan ataupun bila perlu pihak kepolisian," pungkas Antonius.

Antonius juga mengharapkan agar Dinas P&K Medan fokus pada kebersihan sampah, mengingat banyakya pemotongan anggaran pasca keluarnya perwal II tentang Refocusing yang mewajibkan semua SKPD menunda berbagai kegiatan yang tidak prioritas.
" Dengan minimnya anggaran tersebut, kami minta dinas pertamanan agar fokus terhadap kebersihan agar jangan sampai terjadi penumpukan sampah dimana-mana," tegasnya.

Antonius dikesempatan ini juga meminta,  agar Dinas Pertamanan segera melakukan pergantian lampu Jalan menggunakan LED untuk menghemat pembayaran listrik 50 sampai 60 persen.
Daniel Pinem, pada kesempatan itu memberikan masukan agar dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Medan mengupayakan pembayaran listrik dengan tidak memakai cara bayar lansam, tapi sistem meter.

Sementara itu, David Roni Ganda Sinaga juga mempertanyakan kenapa masalah sampah di Kota Medan tidak kunjung selesai hingga saat ini. "Kalau memang anggaran yang ada saat ini tidak mencukupi, biar kita ajukan penambahan anggarannya ditahun depan. Asalkan persoalan sampah ini bisa teratasi," ucapnya. 

Reporter : Amsari. 

TerPopuler