KBTKIASU Minta Pemerintah Pulangkan TKI Asal Sumut di Malaysia

Rabu, 15 Juli 2020, 12:05 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
KBTKIASU saat menggelar aksi pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Medan, Delinewstv
Penyebaran virus corona (Covid-19) yang kian meresahkan dunia membuat keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khawatir. Terlebih, Keluarga Besar Tenaga Kerja Indonesia Asal  Sumatera Utara (KBTKIASU) turut prihatin terhadap TKI asal Sumatera Utara (Sumut) di Malaysia yang kini harus berdiam diri akibat lockdown yang diberlakukan di negara tersebut.

Ketua KBTKIASU, Ustadz Martono menyampaikan, dengan kondisi saat ini memang tidak mudah untuk memulangkan warga TKI asal Sumut dari Malaysia. Namun, katanya, pemerintah pasti punya cara tersendiri.

"Kami akan melayangkan Surat Permohonan Pemulangan TKI di Malaysia asal Sumut kepada Gubernur Sumut, Ketua DPRD Sumut, Kakanwil Kemenkumham Sumut, Kadisnaker Sumut, seluruh instansi terkait baik didalam maupun diluar negeri hingga Presiden Jokowi," ujarnya kepada Delinewstv melalui via WhatsApp, Selasa (14/7/2020) malam. 

Martono mengatakan, jika TKI asal Sumut nanti dipulangkan, tentu saja prosedur kesehatan terhadap mereka harus benar-benar diterapkan sesuai protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19.

"Begitu tiba, ya harus dikarantina, itu prosedurnya. Intinya, dibawa pulang dulu, karena kita juga sayang dan prihatin mendengar keluhan mereka di sana,” imbuhnya.

Menurut Tokoh Agama yang dikenal energik tersebut, saat ini belum ada kejelasan menyeluruh tentang pemulangan para TKI ke daerah asal di sumut akibat dampak pandemi Covid-19.

"Daftar nama sebanyak lebih kurang 390 orang TKI telah diserahkan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang pasti," papar Martono.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui surat permohonan tersebut, KBTKIASU berharap agar Gubernur Sumatera Utara dan instansi terkait serius menangani persoalan TKI asal Sumut di Malaysia.

"Mereka juga sebagian dari rakyat Indonesia yang harus kita perhatikan dan dibantu. Kita berharap pemerintah serius menangani hal itu," Martono menandaskan. (Ridwan)

TerPopuler