Masrizal SH : Anggota Dewan Dari Fraksi PAN Yang Terindikasi Melanggar Hukum Akan di PAW.

Jumat, 31 Juli 2020, 20:02 WIB
Oleh Amsari

Medan, Delinewstv -
Tindakan oknum anggota dewan dari Fraksi PAN DPRD Medan yang diduga memalsukan stempel berinisial 'ES' dan 'ARN' diduga melakukan pemecahan kaca serta berbicara kasar ala premanisme saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu, dinilai mencoreng citra dan wajah Partai DPD PAN Kota Medan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Wakil Ketua DPD PAN Kota Medan Masrizal SH mendesak Ketua DPD PAN Kota Medan HT Bahrumsyah untuk menindak tegas kedua oknum tersebut sesuai mekanisme dan AD/ART partai. Bahkan, jika tindakan mereka terindikasi melanggar hukum  sebaiknya dilakukan pergantian antar waktu (PAW).

"Kita juga minta kepada Ketua DPRD Medan agar mengambil langkah serupa sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Medan. Demikian halnya dengan Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan. Mereka berhak memanggil oknum tersebut dan mempertanyakan masalah diduga memalsukan stempel dan diduga melakukan pengrusakan pintu kaca hotel beberapa waktu lalu. Jangan didiamkan saja. Jika didiamkan saja bisa jadi kejadian serupa akan terjadi lagi ke depannya," tegas Wakil Ketua DPD PAN Kota Medan Masrizal SH ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Kamis (30/7/2020) di Medan.

Diungkapkan Masrizal, permintaan yang ditujukannya ke Ketua DPD PAN Medan HT Bahrumsyah agar menindak dua anggota dewan dari Fraksi PAN itu, setelah dirinya membaca berita di berbagai media cetak dan Online di Medan. Terkait tindakan oknum 'ES' diduga memalsukan stempel yang digunakan untuk minta penangguhan pembongkaran rumah milik warga kepada Satpol PP.

"Sementara dewan berinisial 'ARN' yang diduga berkata kasar ala preman serta memecahkan kaca pintu Hotel Novotel Soechi saat kunjungan kerja 16 Juni 2020, saya ketahui dari informasi yang sampai ke telinga saya. Ini sangat memalukan bagi kita dan partai," katanya.

Masrizal mengaku sangat menyayangkan tindakan maupun peristiwa yang sangat memalukan yang telah diperbuat oleh kedua  oknum tersebut. Seharusnya, PAN pada periode kali ini yang berhasil menaikan jumlah kursi di dewan dari empat kursi pada periode sebelumnya menjadi enam kursi, harusnya tetap mampu mempertahankan citra positif yang mulai terbangun di mata masyarakat.

"Namun dengan adanya kejadian yang diperbuat oleh dua oknum tersebut, justru melahirkan preseden dan citra buruk bagi PAN Kota Medan. Kita yang juga pendiri partai tidak terima itu," tegasnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut sebagai bentuk arogansi jabatan karena dipilih masyarakat sebagai anggota dewan. "Saya khawatir yang dilakukan kedua oknum tersebut apakah karena memang ketidakmengertian atau memang sudah sikap bawaannya seperti itu, tidak tahu juga. Tapi sikap mereka sangat mengkhawatirkan," cetusnya.

Diduga memalsukan stempel meski pun dengan dalih membela orang lemah, itu sikap yang tidak dibenarkan. Secara hukum juga salah. "Demikian juga dengan oknum yang mengeluarkan kata-kata kasar, memaki-maki saat kunjungan kerja, apakah ini menggambarkan sikap seorang anggota dewan yang terhormat? Saya pikir tidak," ujarnya bernada kecewa.

"Saya berharap terhadap dua anggota dewan yang kebetulan berasal dari PAN tersebut diberi tindakan tegaa sesuai mekanisme. Agar ke depannya tidak lagi terjadi seperti ini. Kita juga minta kepada Ketua DPD PAN Medan karena kedua oknum tersebut sama sama dari fraksi PAN untuk diambil sikap terhadap keduanya," pintanya lagi.

Reporter  : Amsari.

TerPopuler