Modus Ngamen, Anak Punk Resahkan Pengunjung Warung di Kota Tanjung Balai

Senin, 27 Juli 2020, 01:07 WIB
Oleh Bern

Tanjungbalai, Delinewstv - Kehadiran anak punk (Panker) di Kota Tanjung Balai dari luar daerah menimbulkan keresahan warga, modus mengamen dan meminta atau memalak kepada warga atau pengunjung di salah satu warung yang berada di pinggir jalan.

Pasalnya, eksistensi anak-anak muda usia belasan dan puluhan tahun ini yang selalu berpenampilan mirip preman jalanan, disebut juga sering berbuat keonaran dan terkesan melanggar ketertiban masyarakat Tanjung Balai, Minggu (26/7/2020).

Selain itu, para anak-anak punk yang notabene bukan hanya  warga Kota Tanjung Balai banyak yang berdatangan dari luar daerah, bahkan ada yang dari Jawa, dan merasa nyaman berada di Kota Tanjung Balai.

"Pantau awak media", yang melihat langsung kejadian tersebut kepada salah seorang pengunjung warung yang sedang menikmati makananya, didatangi oleh dua orang anak Punk (Panker) dengan modus ngamen lalu menyodorkan sebuah plastik kepada pengunjung tersebut dengan memaksa untuk diberikan uang.

Hal tersebut juga dialami oleh pemilik warung Rani (29) berjualan jus tepat di jembatan Tabayang Kota Tanjung Balai yang sering melihat kejadian tersebut kepada pelanggannya mengeluhkan sikap anak Punk tersebut .

"Ucap Rani saat diwawancarai, iya BG hajab kami bg dibuat anak anak Punk ini semua pelanggan awak dibuat tak tenang kalau lagi duduk disini selalu meminta dengan memaksa udah Itu kalau udah tak dikasi selalu memaksa macam preman sajo membuat pelanggan awak belarian sajo anak Punk itu bg ucap pemilik warung jus tersebut.

"Harapan Rani", kepada Pemerintah dan Penegak hukum juga Dinas terkait terutama kepada Satpol PP hendaknya melakukan pengamanan terhadap anak Punk yang berada dikota Tanjungbalai ini dan mengembalikan mereka kepada kekuarga atau tempat asalnya agar kota kita ini aman dan nyaman.(Ilhamsyah)

TerPopuler