Peran KUR Bagi Petani Ubi Jalar Yang Memberikan Dampak Positif

Senin, 20 Juli 2020, 15:29 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta , Delinewstv - Dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) kepada para pelaku usaha di bidang ubi jalar untuk memanfaatkan fasilitas permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR dinilai dapat mempercepat usaha di sektor pertanian dan meningkatkan skala bisnis terlebih bagi pengembangan pangan lokal selain beras.

"Ada peluang yang dapat dimanfaatkan terkait modal. Ada KUR dengan bunga yang sangat kecil 6 persen per tahun. Setiap petani bisa dapat tanpa agunan," kata Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Kementan, Amiruddin Pohan dalam Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia secara virtual, (20/7/2020).

Pohan berpendapat, pengembangan versi pangan lokal masuk dalam cara bertindak kedua pemerintah jika cara bertindak pertama dengan optimalisasi padi dan jagung dirasa kurang berhasil. Karena itu, pemerintah juga berkewajiban melakukan pembinaan kepada para petani ubi jalar untuk bisa terus meningkatkan produksi ubi jalar.

Terciptanya asosiasi khusus ubi jalar, diharapkan membenahi sisi pascapanen dari ubi jalar. Pada tahap itu, KUR bisa menjadi solusi untuk bantuan permodalan, terutama dalam pengadaan alat dan mesin pertanian.

"Kita mendorong agar ubi jalar bisa lebih luas lagi. Walaupun anggaran terbatas, ini bisa jadi stimulan," kata dia.

Menurut penjelasan Bupati Kabupaten Merangin, Jambi, Muhammad Kamil, menambahkan, wilayah Merangin menjadi salah satu pusat sentral ubi jalar. Pada saat ini terdapat pula area pusat pembudidayaan ubi jalar dengan luas lebih dari 400 hektare. Adapun potensi pengembangan wilayah ini mencapai 10 ribu hektare di dua kecamatan.


Pohan juga mengatakan, adanya kendala utama terjadi dalam tahap pemasaran ubi jalar yakni petani masih memiliki keterbatasan mesin pengolahan. Bahwa hal tersebut mengakibatkan fluktuasi harga yang cenderung rendah.

"Kami menginginkan agar kami bisa dibantu untuk bisa memiliki pabrik pengolahan ubi jalar. Kalau ini bisa, saya kira ongkos produksi petani bisa turun dan penjualan meningkat," kata dia.

Penjelasan dari Bupati Merangin, pada momen pencanangan diversifikasi pangan lokal, petani membutuhkan intervensi dari banyak pihak agar termotivasi mempertahankan usahanya. Pihaknya tetap optimistis dalam pengembangan pangan lokal menjadi salah satu langkah tepat untuk memulihkan kondisi ekonomi domestik di tengah pandemi Covid-19.

"Petani kita punya lahan banyak dan ubi jalar sangat mudah ditanam. Inilah cara menggairahkan ekonomi kita agar bangkit lagi," kata dia.




[red/rplbk.co.id]

TerPopuler