Sering Abaikan Panggilan RDP, Komisi III DPRD Medan Minta Kabid Pengelolaan Parkir Dan ABT Dicopot.

Senin, 06 Juli 2020, 22:47 WIB
Oleh Amsari

Reporter : Amsari

Medan, Delinewstv - Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan Abdul Rahman (Mance), meminta kepada Suherman selaku Kepala Badan (Kaban) Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan, untuk segera menghadirkan Kabid Pengelolaan Parkir dan ABT dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Medan.

Abdul Rahman menilai, beberapa kali dilakukan pemanggilan Kabid saat RDP di Komisi III, namun hingga kini Kabid tersebut tak pernah hadir bersama Kaban BP2RD.
"Tolonglah pak Kaban, agar Kabid ini dihadirkan pada saat RDP. Bila tak bisa menghadiri RDP,  copot saja kabid itu. Kami ingin tahu, berapa banyak tunggakan pajak yang ada di Kota Medan ini”, ujar pria yang akrab dipanggil Mance, Senin (6/7/2020).

Disebutkan Mance,  sejak ditetapkan New Normal per 1 Juli 2020, banyak mall, restauran dan tempat hiburan malam beroperasi. Diharapkan agar BP2RD menagih pajaknya. Jangan lagi ada alasan Covid 19.

Soal Novotel Soechi, kata Mance,  yang BOT nya akan habis di 20 Juli 2020 mendatang,  bagaimana pajak tertundanya. Bila perlu, perusahaan yang jadi pengelola Soechi ditagih pajaknya dan segera melunasinya. Kita harapkan, BP2RD harus tegas terhadap hotel-hotel yang banyak melakukan tunggakan pajak.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Medan Rizki Lubis. Agar Kaban Suherman segera mencopot Kabid Pengelolaan Parkir dan ABT. "Saya menilai Kabid Pengelolaan Parkir dan ABT tidak koorperatif, Kadis segera evaluasi kenerjanya,” tegasnya.

Menanggapi tanggapan dewan, Suherman menyebutkan,  saat pandemi 3 bulan terakhir ini, pihaknya hanya memperoleh retribusi PAD sekitar Rp 1.5 M per bulannya.

Setelah pemulihan pertengahan Juni lalu ada peningkatan sekitar Rp 3 M. "Mudah-mudahan ke depan terus meningkat. Sedangkan soal PBB, pihaknya menurunkan seluruh personal melakukan penagihan supaya maksimal,” jelas Suherman.

TerPopuler