Butuh Proses Untuk Mentransfer Dana BSU ke Rekening Pekerja

Jumat, 28 Agustus 2020, 20:02 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, Delinewstv - Saat ini pemerintah melakukan mencairkan tahap pertama subsidi gaji Rp 600 ribu yakni program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Bahwa pencairan pertama dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2020 (pencairan BLT/ BLT BPJS).

Meskipun demikian, untuk program BLT BPJS Ketenagakerjaan ini belum seluruhnya diterima oleh pekerja yang memiliki gaji Rp 5 juta per bulannya, terutama pekerja yang rekeningnya memakai bank swasta alias bukan bank BUMN (Himbara).

Menurut penjelasan dari Kasubag Pemberitaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Dicky Risyana, bagi pekerja yang menggunakan rekening bank swasta untuk penggajiannya belum menerima dana bantuan subsidi gaji karyawan.

"Iya betul (rekening bank swasta belum cair). Jadi yang sudah (terima bantuan pemerintah) di Himbara yang langsung cair dan ditransfer ke penerima," terang Risyana (28/08/2020).

Selanjutnya, dana BSU sebesar Rp 600 ribu, akan cair dalam beberapa hari untuk pekerja yang menggunakan rekening seperti bank swasta, seperti BCA, CIMB Niaga, Danamon, Maybank, OCBC NISP, dan Panin.

"Kalau bank non-pemerintah biasanya butuh maksimal 1 sampai 2 hari karena ada proses pindah bank (transfer antar-bank)," kata Risyana.

Apabila belum cairnya dana BSU karyawan swasta yang menggunakan rekening bank swasta, hal itu dikarenakan pemerintah menggunakan bank BUMN untuk proses penyalurannya, oleh karena itu butuh waktu selama proses transfer dana BSU BPJS Ketenagakerjaan dari 4 bank BUMN ke bank swasta.

Berita sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menjelaskan, bahwa proses penyaluran dana BSU dilaksanakan melalui bank penyalur yang terhimpun dalam Himbara yang akan ditransfer langsung ke masing-masing rekening pekerja/buruh penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Sistem penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan dengan total sebesar Rp 2,4 juta yang dicairkan dalam dua tahap masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.

Rincian penyaluran BSU di masing-masing bank penyalur dari total 2,5 juta penerima batch pertama, yakni rekening Bank Mandiri sebanyak 752.168 orang.

Kemudian, rekening Bank BNI sebanyak 912.097 orang, rekening Bank BRI sebanyak 622.113 orang, dan rekening Bank BTN sebanyak 213.622 orang.

Masih penjelasan Fauziyah, bahwa dana BSU ini mampu menjaga serta meningkatkan daya beli pekerja/buruh dan mendongkrak konsumsi, sehingga dapat memberikan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Fauziyah juga menambahkan, sampai tanggal 24 Agustus 2020, Kemenaker telah menerima 2,5 juta data calon penerima dana BSU yang telah divalidasi dan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai batch pertama penerima dana BSU.

“Data tersebut kemudian dicek kelengkapannya sesuai dengan syarat dan kriteria yang diatur dalam Permenaker Nomor 14/2020 untuk meminimalkan risiko administrasi dan agar tepat sasaran,” kata Fauziyah.

Selanjutnya bahwa syarat mutlak bagi pekerja yang berhak memperoleh subsidi gaji diatur dalam Peraturan Menaker (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh Dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Adapun syarat di beleid itu yakni pekerja yang mendapat gaji/upah di bawah Rp 5 juta per bulan, yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan (bantuan BPJS), warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan, peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan, dan memiliki rekening bank yang aktif.

Apabila tahap pertama penyaluran dana BSU BPJS Ketenagakerjaan selesai, maka penyaluran selanjutnya Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan dilanjutkan kembali secara bertahap hingga mencapai total penerima 15,7 juta pekerja (BLT).



(red/kmps.com)

TerPopuler