Hasil Swab, 67 Spesimen Covid-19 Belum Keluar, Balitbangkes Aceh Tutup Terkait Staf Medis Terpapar Covid-19

Sabtu, 08 Agustus 2020, 11:24 WIB
Oleh Bern

TAKENGON, Delinewstv  – Sebanyak 67 spesimen pemeriksaan Swab yang dilakukan oleh tim gugus tugas Aceh Tengah kepada warga yang terkena kontak langsung, hingga saat ini belum mendapatkan hasil.

Pasalnya, Swab yang telah dilakukan beberapa pekan lalu dan dikirimkan ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh terpaksa tutup akibat adanya stafnya yang terpapar Covid-19 serta telah habisnya stok pasokan alat pemeriksaan rafites di Balitbangkes.

“Untuk pemeriksaan Swab total 67 spesimen, lebih kurang 11 hari belum juga menerima hasilnya, dikarenakan ada petugas di Balitbangkes yang terpapar covid-19, dan terpaksa harus ditutup untuk sementara,” ucap Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tengah, dr Yunasri, yang di dampingi Pusdalops, Drs. Ishak, ketika menggelar konfrensi pers di Takengon, Jumat (7/8/2020) Pukul. 14:25 WIB.

Menurut Yunasri, pemeriksaan terhadap 67 spesimen tersebut telah dilakukan sejak Selasa, (28/07) lalu, akibat Balitbangkes Aceh tutup sementara, spesimen tersebut kemudian dikirimkan ke Jakarta, namun sampai saat ini pihaknya belum mengetahui hasil medisnya.

“Bukan hanya untuk Aceh Tengah daerah lain di Aceh juga mengalami hal yang sama,” tutur Yunasri.

Selain itu, Yunasri mengungkapkan untuk saat ini, ada 17 orang yang mangalami isolasi di pos karantina Rumah Sakit Regional Blang Bebangka Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.

Mereka yang menjalani karantina, merupakan orang yang pernah terlibat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

“Mudah – mudahan kita berharap hasil rapit test semua negatif setelah menjani karantina,” ungkap Yunasri.

Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru (BLUD) akan dijadikan sebagai pusat penanganan virus Covid – 19.

Hal itu disampaikan, dr Yunasri, Jubir Gugus Tugas Penanganan covid-19 dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Takengon, Jumat (7/8/20120) dinihari.

Rencananya pada Senin 10 Agustus nanti, akan diresmikan oleh Bupati Aceh Tengah. Sehingga penanganan pasien Covid – 19 nantinya dapat lebih dilakukan dengan terkoordinir.

Selain itu untuk tempat Rumah Sakit Regional Blang Bebangka, masih tetap menjadi pos karantina bagi warga suspek Covid-19 yang menjalani pemulihan.

Menurut dr. Yunasri, penambahan BLUD Datu Beru sebagai pusat penanganan covid-19 di Aceh Tengah, bukan tanpa alasan, karena berutujuan untuk mempermudah setiap penanganan, baik yang terpapar dan masyarakat yang kontak langsung dengan pasien.

“Artinya kerja kita lebih efektif dan selektif terkait penanganan covid-19 di Kabuapten Aceh Tengah ini,” ujar Yunasri.

Selain itu, BLUD Datu Beru, akan menyediakan 52 tempat tidur yang tersebar di tiga ruangan di rumah sakit tersebut.

Terkait keadaan 8 pasien yang positif Covid-19, sebut Yunasri, hingga saat ini belum ada yang dinyatakan sembuh.

Meski begitu, Yunasri berharap kondisi kejiwaan pasien positif tersebut tetap stabil, khususnya bagi tenaga kesehatan yang terpapar virus kendati tanpa gejala.

“Kita berharap mereka stabil, tidak ada keluhan – keluhan lain,” harap Yunasri.

Liputan : Yan Hasmadi.

TerPopuler