HIMAS 2020 : Kedaulatan Pangan dan Pengakuan Hak Masyarakat Adat

Minggu, 09 Agustus 2020, 18:05 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, Delinewstv - Pada tahun ini Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2020. Di acara peringatan HIMAS ini digelar sedikit berbeda mengingat pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Adapun acara tahun ini bertemakan nasional yakni "Kedaulatan Pangan dan Pengakuan Hak Masyarakat Adat". Tema ini diambil menyusul hubungan kuat antara kedaulatan wilayah adat dan kemampuan komunitas adat bertahan di tengah bencana.

Menurut Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi menjelaskan, krisis di komunitas dapat diantisipasi dengan secara aktif. Hal itu dilakukan dengan terus memproduksi pangan, terutama pangan lokal, memelihara semangat gotong royong serta memastikan solidaritas kolektif antar sesama masyarakat adat.

"Perlindungan dan pengakuan negara terhadap pemenuhan hak-hak masyarakat adat untuk secara bebas mengelola wilayah adat dan sumber-sumber produksinya menjadi kunci utama untuk memastikan krisis dapat dilalui dengan selamat," kata Rukka di Jakarta, (9/8/2020).

Masih penjelasan Sekjen AMAN, beliau mengungkapkan bahwa perayaan HIMAS 2020 nantinya akan dirayakan seluruh masyarakat adat di Indonesia secara daring. Lanjutnya, mereka akan melakukan aksi-aksi kreatif saat perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat.


Selanjutnya pada perayaan HIMAS 2020 ini dilakukan secara daring guna mencegah potensi penyebaran virus Covid-19 di tengah warga adat. Terlebih di tengah minimnya dukungan infrastruktur kesehatan serta fasilitas lainnya yang memadai bagi masyarakat adat.

Dalam peringatan HIMAS 2020 merupakan perayaan semangat pantang menyerah bagi masyarakat adat di tengah pandemi. Perayaan ini menjadi bukti mengenai daya tahan dan daya bangkit masyarakat adat agar tidak menjadi penyintas di masa pandemi tapi keluar menjadi pemenang meski dihimpit berbagai keterbatasan.

Selain itu, AMAN telah menginstruksikan anggota-anggota komunitasnya untuk melakukan penutupan wilayah adat. Sampai saat ini, status isolasi wilayah yang telah diterapkan itu juga belum dicabut.

Berikut adalah masyarakat adat yang menerapkan isolasi wilayahnya yakni masyarakat adat sungai Utik di Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Masyarakat Adat Menua Sungai Utik (MAMSU) sudah menutup wilayah mereka dari berbagai kunjungan sejak pertengahan Maret 2020.

Adapun kegiatan masyarakat Adat Menua Sungai Utik hanya beraktivitas sepenuhnya di dalam kampung. perwakilan warga Sungai Utik Herkulanus Sutomo Manna mengatakan bahwa kehidupan warga di desanya berjalan normal. Beliau berpendapat, mereka tidak terlalu khawatir akan ketersediaan pangan di tengah isolasi.

Sampai saat ini warga desa terus menghasilkan berbagai pangan yang bersumber dari ladang padi, sayur-sayuran, buah-buahan dan hutan penuh dengan berbagai keperluan dasar. Dia memastikan persediaan pangan di desanya bakal mencukupi selama masa isolasi.

Harapan di Perayaan HIMAS tahun ini kiranya dapat menjadi momentum agar semua pihak dapat mengakui haknya dalam lingkup adat bermasyarakat. Termasuk juga dari segi fasilitas kesehatan dan pendidikan.



[red/rplb.com]

TerPopuler