Ketua BKD Robi Barus : Edi Saputra Dimungkinkan di 'PAW'.

Jumat, 07 Agustus 2020, 10:50 WIB
Oleh Amsari

Medan, Delinewstv -
Belum lagi selesai persoalan penggunaan diduga stempel palsu, sikap arogan dan tidak simpati, terkesan melecehkan lembaga DPRD Medan kembali dipertontonkan oleh Sekretaris Fraksi PAN Edi Sahputra. Hal ini tentu saja membuat Ketua BKD DPRD Medan Robi Barus sangat geram dan meradang.

"Ini (Edi Saputra) termasuk tinggi arogannya. Secepatnya akan kita panggil. Kalau nanti berlangsung seperti apa di dalam prosesnya itu nanti kita lihat. Kita sangat tidak bersimpati dengan sikap yang dia tunjukan. Seharusnya dia itu mengakui kesalahannya dengan apa yang sudah dilakukan. Bukan malah sebaliknya menunjukan sikap menantang," tegas Robi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini bernada kesal, Jumat (7/8/2020).

Sikap menantang yang dilakukan Edi dan juga anggota Komisi I DPRD Medan itu, dia tunjukan di grup whatsapp dewan. Di mana di grup tersebut juga ada unsur pimpinan dewan. "Artinya dia tidak menghargai para pimpinan yang ada dalam grup whatsapp tersebut. Dia sudah melecehkan unsur pimpinan maupun lembaga yang ada di dalam grup WA tersebut," tegas Robi yang juga menjabat Ketua Pansus Covid 19 ini bernada marah.

Robi menilai sikap arogansi dan tak menghargai unsur pimpinan di lembaga DPRD Medan dengan ringan bisa dilakukan oleh Edi Saputra. Apalagi kepada anggota dewan lainnya "Sikap Edi Saputra tersebut sangat dimungkinkan di PAW. Sebab, sudah ada persoalan yang dilakukannya sebelumnya, dia bukannya minta maaf, justru sebaliknya menunjukam sikap menantang dan  melecehkan unsur pimpinan maupun lembaga DPRD Medan. Ini kan tidak ada itikad baik namanya," tegas Robi yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga mengaku berencana memanggil yang bersangkutan secara khusus. Kalau persoalan stempel diduga palsu masih diserahkan kepada ranahnya BKD. "Lembaga ini adalah lembaga terhormat yang tidak bisa dimain-mainkan. Jadi mungkin hal yang wajar niatnya Edi Saputra baik, tetapi ada kesalahan," ujar Ihwan yang juga Ketua Partai Gerindra Kota Medan ini.

Sama halnya dengan anggota Fraksi Gerindra yang dilakukan Aulia Rahman beberapa waktu lalu. Namun Aulia masih kooperatif, mengakui kesalahan dan cepat minta maaf menghadap ke Fraksinya Gerindra di DPRD. Sehingga ada empati kawan-kawan, mungkin karena baru masuk ke lembaga DPRD, ya sedikit salah namanya manusia pasti ada khilaf.

Terkait Edi Sahputra ini, kita dorong BKD, ini kan masih ranah BKD. Jadi kita menunggu hasil keputusan BKD seperti apa. Inikan masalah kode etik, ini semua ada di BKD. "Pimpinan juga tidak bisa langsung bertindak. Nanti secara pribadi akan saya panggil," cetus Ikhwan.

Terkait masalah pelecehan lembaga yang dilakukan oleh Edi  Saputra melalui grup whatapp dewan, yang mana di dalam grup tersebut juga terdapat unsur pimpinan DPRD Medan notaben sebagai simbol lembaga DPRD yang terhormat, disayangkan oleh Ihwan.

"Memang kita sayangkan sedikit sahabat kita Edi Saputra ini. Seharusnya dia koperatif saja. Hal begituan kan silap, itu biasa. Jadi seharusnya Edi mengecilkan kesilapan itu seminim mungkin. Ini terjadi kesilapan seharusnya Edi lebih aktif membangun  komunikasi dengan teman-teman di DPRD, khususnya teman-teman di BKD," pungkasnya.

Reporter : Amsari

TerPopuler