Beberapa Wilayah Pulau Jawa di Prediksi Rawan Tsunamigenik

Senin, 28 September 2020, 15:37 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Bandung, DelinewstvDikabarkan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa adanya 25 wilayah di Pulau Jawa tercatat yang rawan terkena bencana gempabumi dan tsunami atau disebut tsunamigenik. Adapun 25 wilayah tersebut yakni dibagi dalam 5 provinsi seperti 4 wilayah di Banten, 5 wilayah di Jawa Barat, 9 wilayah di Jawa Timur, 4 wilayah di Jawa Tengah, dan 3 wilayah di Provinsi DIY Yogyakarta.

Selanjutnya wilayah tersebut tercantum dalam Katalog Gempa Bumi Merusak tahun 1612-2014 (edisi kelima) yang ditulis oleh Supatoyo, Surono, dan Eka Tofani Putranto. Dalam penjelasnya terdapat sejumlah fakta terkait sumber gempa dan sejumlah wilayah rawan bencana.


Pada provinsi Banten memiliki 4 wilayah rawan gempa dan tsunami yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.



Sementara itu di provinsi Jawa Barat terdapat 5 wilayah yakni meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

Setelah itu ada juga 4 wilayah yang rawan di provinsi Jawa Tengah mulai dari Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Wonogiri. Selanjutnya, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul menjadi daerah rawan di DIY Yogyakarta.


Diketahui juga provinsi Jawa Timur juga berpotensi rawan gempa bumi dan tsunami. Terdapat 8 wilayah yakni Kabupaten Pacitan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.


Menurut penjelasan dari Kassubag Mitigasi Gempa Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Akhmad Solihin, beberapa wilayah rawan gempa bumi dan tsunami dalam katalog yang dibuat PVMBG berdasarkan pada sejarah kejadiannya.



"Kejadian gempa bumi di suatu tempat itu berulang, artinya jika suatu daerah pernah terlanda gempa bumi besar, maka suatu saat akan mengalami kembali. Namun waktunya kapan belum tahu," ujarnya.


Masih penjelasan dari Kassubag PVMBG, dalam katalog kejadian gempa bumi merusak juga memberikan gambaran wilayah mana saja yang pernah mengalami gempa merusak dan perlu upaya mitigasi gempa bumi untuk masa yang akan datang.


Secara bersinggungan berkaitan juga dengan wilayah yang berpotensi tsunamigenik seperti yang disebutkan dalam riset ITB, pihaknya menyebut belum dapat memastikan akankah sama atau tidak dengan wilayah sebaran yang disebut dalam katalog tersebut.



"Wilayah rawan gempa bumi dan tsunami di sini berdasarkan sejarah kejadianan gempa dan tsunami-nya. Jadi tidak sedetil riset rekan-rekan dari ITB," ujarnya.



[red/dtkcom]

TerPopuler