Jubir KPK Febri Diansyah Mundur dan 37 Pegawai, Ini Alasannya

Minggu, 27 September 2020, 23:37 WIB
Oleh Bern
Jubir KPK Febri Diansyah Mundur dan 37 Pegawai, Ini Alasannya

Jakarta, Delinewstv – Bergulir kabar pegawai  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yang lebih menggegerkan publik tanah air, khususnya Insan Pers dengan turut mundurnya Kepala Biro Humas Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Mundurnya Febri terkesan mendadak.

 

Kabar yang beredar yang dihimpun Delinews Network, Mundurnya Febri Diansyah dari jabatan Jubir KPK, bebarengan dengan kehebohan sidak kode etik, Ketua KPK Firli Bahuri yang ketahuan naik Helikopter mewah.

 

Febri Diansyah resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 24 September 2020. Namun, surat pengunduran diri Febri Diansyah telah diserahkan kepada Pimpinan KPK sejak 18 September 2020.

 

“Dalam surat itu (pengunduran diri), saya tuangkan bagi saya dan beberapa teman yang sudah berdiskusi cukup panjang akhir-akhir ini kondisi KPK memang sudah berubah baik dari aspek regulasinya,” kata Febri Diansyah pada Kamis, 24 Agustus 2020, sebagaimana dikutip dari RRI.

 

Jika prosesnya cepat maka pada Oktober 2020 nanti Febri sudah tidak lagi berstatus sebagai pegawai KPK yang nantinya akan beralih status sebagai Aparatur Sipil Negara. Febri Diansyah menilai kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Kondisi itulah yang pada akhirnya membuat dia memutuskan untuk mundur.

 

Menurut Febri Diansyah sejak disahkannya revisi UU KPK pada 17 September 2019, dirinya sudah berusaha untuk bertahan dan terus berkontribusi untuk pemberantasan korupsi. Namun adanya perbedaan keyakinan dan prinsip membuatnya memutuskan untuk mundur.

 

“Kita tahu bulan September 2020 ini kurang lebih 1 tahun setelah revisi UU KPK disahkan DPR. Saya ingat betul 17 September 2019 revisi UU KPK disahkan, tetapi kami tidak langsung meninggalkan KPK pada saat itu, kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar tetap bisa berkontribusi untuk pemberantasan korupsi,” ujar Febri Diansyah.

 

Selain Febri, rupanya sudah ada 37 pegawai KPK lainnya mundur dari lembaga antikorupsi itu dalam setahun ini.

 

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango merinci 37 pegawai yang mengundurkan diri dari KPK. Menurut catatan Nawawi, sebanyak 29 pegawai tetap dan 8 pegawai tidak tetap mundur sejak awal tahun. “Terhitung sejak Januari sampai awal September, yang saya catat, 29 pegawai tetap dan 8 orang pegawai tidak tetap,” kata Nawawi kepada wartawan, Jumat 25 September 2020.

 

Menanggapi hal tersebut, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyayangkan keputusan pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK. Menurutnya, Febri adalah sosok yang berdedikasi dalam pemberantasan korupsi dan selama ini telah berkerja dengan sangat baik. “Iya, tentu sangat disayangkan. Sebagai kawan, saya mengetahui bahwa Mas Febri selama ini bekerja dengan baik dan berdedikasi,” kata Novel Baswedan di Jakarta, Jumat, 25 September 2020.

 

Selain itu, Novel juga turut mempertanyakan kesungguhan pemerintah dan lembaga KPK dalam komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Karena menurutnya akan semakin banyak pegawai KPK yang mundur, jika tidak ada dukungan penuh dari pemerintah untuk KPK.

 

“Bila pemerintah tidak mendukung dan KPK tidak tampak sungguh-sungguh untuk berantas korupsi, maka orang-orang yang memilih jalan untuk berjuang dalam rangka memberantas korupsi akan meninggalkan gelanggang yang tidak ada harapan,” ujar Novel Baswedan.

 

Sementara Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan menghormati keputusan Febridiansyah. “Kami menghormati keputusan pribadi pegawai KPK. Namun, dengan apa pun alasannya, KPK itu bukan tempat santai, KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi. Kami tak bangga kepada mereka yang masuk dengan segala kelebihannya,” ucap Ghufron dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

 

Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. “Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih,” katanya. (Red).  

Sumber: Sinarlampung.co
Editing : Bern

TerPopuler