Kesal Dan Marah Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Minta Kepala Desa Jaba Dicopot.

Kamis, 03 September 2020, 19:26 WIB
Oleh Amsari

Namorambe, Delinewstv - Puluhan warga Desa Jaba Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang kembali mendatangi kantor kepala Desa Jaba, Kamis (3/8/2020). Kedatangan warga ke kantor  kepala Desa disebabkan, Rusdi Surbakti sebagai Kepala Desa tidak pernah mempedulikan keluhan warganya, termasuk dalam hal urusan administrasi penduduk, dan pembuatan pengurusan surat tanah.

Selain itu, puluhan warga Desa Jaba ternyata belum pernah sekalipun menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah dimasa pandemi covid-19, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) serta bantuan lainnya.

Setiba dikantor desa Jaba, puluhan warga pun kecewa dan marah ketika mengetahui sang Kepala Desa tidak berada dikantor. Sementara beberapa perangkat Desa Jaba, tidak mempedulikan aksi warganya tersebut yang histeris memanggil-manggil nama Kepala Desa.

"Mana pak Kepala Desa, kami wargamu sudah datang kesini (kantor kepala desa-red), jangan kamu sembunyi, harusnya kasih solusi bagi kami wargamu, bukan malah sembunyi. Mana bantuan BLT sudah 3 bulan belum kami terima. Kasih jawaban, jangan hanya bilang tunggu saja," teriak puluhan warga didepan kantor kepala Desa Jaba, Kamis (3/9/2020).

Kesabaran warga semakin tidak tertahankan, manakala, salah seorang perangkat desa  mengatakan, kepala desa Jaba barusan keluar karena suatu urusan. Namun setelah didesak berulangkali oleh warga untuk menghadirkan Kepala Desa, akhirnya, seorang warga mengatakan bahwa Kepala Desa Jaba sedang menuju ke kantornya dan sedang dalam perjalanan.

Selang 30 menit menunggu, akhirnya Kepala Desa Jaba diiringi seorang petugas Bhabinkamtibmas dan Wakapolsek dari Polsek Namorambe masuk kantor Desa Jaba. Warga pun melalui beberapa orang perwakilannya diundang kedalam kantor untuk menceritakan permasalahan yang mereka hadapi.

Wakapolsek Namorambe, Iptu Tarigan mengatakan, bahwa kedatangannya ke kantor Desa Jaba karena  mendapat kabar ada warga ribut-ribut mengenai Dana BLT dan Dana BST. " Jadi saya ingin mendengarkan langsung warga desa Jaba apa kendalanya sehingga bantuan BLT dan BST dampak COVID-19 belum ada diterima warga desa Jaba 3 bulan terakhir ini, " ungkapnya.

Cintalit Br.Surbakti didepan kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Wakapolsek Namorambe mengatakan, mereka warga Desa Jaba belum pernah menerima bantuan BLT Dana Desa dan Bansos (Bantuan COVID-19), namun herannya, warga desa sebelah sudah ada menerima bantuan BLT-DD dan BST COVID-19. "Sudah pun tiga kali mereka mendapat. Sementara kami sekalipun belum pernah, padahal sudah 3 bulan. Asal ditanya ke kepala Desa, jawabannya tidak tahu dan masih proses di kecamatan, lalu katanya lagi, belum ditandatangani oleh Sekretaris Desa, jadi mana yang betul, kami sudah susah, mohon agar bantuan dari pemerintah ini janganlah dipersulit," seru warga Desa Jaba tersebut.

Sementara Sukacita Tarigan dengan nada kesal mengaku, selama menjabat, Rusdi Surbakti tidak pernah mempedulikan warganya dan sibuk dengan urusan sendiri. Mengenai bantuan untuk warga Desa Jaba, Sukacita juga mengaku yang mendapat hanyalah orang yang dekat dengan kepala Desa Jaba. " Seolah, Desa Jaba ini milik Kepala Desa, dan warga tidak berhak berkomentar. Jika tidak mampu menerima aspirasi kami apalagi menjadi pengayom, lebih baik mundur sajalah, agar desa Jaba bisa dipimpin oleh kepala desa yang peduli dan adil terhadap seluruh warganya tanpa kecuali," terangnya.

Menanggapi persoalan warga Desa Jaba dan tudingan kepala desa mempersulit bantuan BLT-DD maupun dana Bansos COVID-19, Rusdi Surbakti didampingi anggotanya (perangkat desa) yakni Ami Ginting, Revinta Br.Ginting (Kaur Pemerintahan), Nirwana Br.Sembiring (Bendahara Desa Jaba) mengatakan, bahwasanya bantuan BLT-DD Desa Jaba belum bisa diproses dikarenakan sedang bermasalah. Termasuk juga Dana Bansos COVID-19, yang kata Kepala Desa juga masih menunggu proses.

Namun, alasan kepala Desa Jaba, lagi-lagi disangkal oleh warga. Warga menilai, kepala Desa Jaba diduga sengaja mempersulit urusan bantuan BLT-DD maupun BST dari pusat, sehingga penyalurannya tertunda sampai tiga (3) bulan. "Bapak Kepala Desa terus terang saja, jangan berbelit-belit, jika memang ada masalah, dimana masalahnya, terangkan sama kami, agar kami tahu, wajar kami curiga. Apalagi kami dengar aparatur Desa Jaba mengatakan, tertundanya bantuan BLT-DD disebabkan berkas belum ditandatangani oleh Sekretaris Desa yang diketahui sedang sakit saat itu. Kalau memang karena itu alasanannya, kenapa tidak langsung  ditanda tangani, kok untuk warga sendiri tidak peduli, dekat kok rumah Sekdesnya," ucapnya.

Alasan tertundanya pencairan dana BLT-DD yang disebabkan karena belum ditandatangani oleh Sekdes disangkal anak kandung Sekdes bernama Arista Br.Ginting. Arista mengaku bahwa ayahnya yang saat itu sedang sakit terpapar COVID-19 mau menandatangani berkas untuk bantuan kepada warga Desa Jaba, namun karena staf dari Desa Jaba saat itu mendatangi rumah Sekdes dan meminta surat terlebih dahulu ditandatangani baru diserahkan, tentunya menimbulkan kecurigaan.

"Selaku orang berpendidikan, kenapa tanda terima ditandatangani dahulu baru surat diberikan? itu kan aneh. Setelah saya desak, ternyata isi surat adalah SP-1 (surat  peringatan -1) kepada Sekdes karena sakit dan dianggap tidak bekerja," kata Arista.

Mendengar perdebatan yang sengit antara warga dengan kepala Desa Jaba kecamatan Namorambe,  Wakapolsek Namorambe, Iptu Tarigan S pun menghubungi pihak Kecamatan. Dan setelah itu, Iptu Tarigan menjelaskan kepada warga, untuk meluruskan yang terjadi.

"Saya sudah menelepon pihak kecamatan, mereka katakan berkas bantuan BLT-DD, diantarkan segera ke Kantor Bupati Pakam, lalu ditunggu prosesnya, karena dananya sudah ada, hanya karena berkas belum sampai saja," kata Wakapolsek tersebut.

Wakapolsek pun sempat meragukan apakah dana BLT-DD sudah turun anggarannya atau tidak,  namun dari keterangan yang dia terima, bahwa dana sudah ada namun belum dikirim ke desa Jaba, sebab, berkas belum ada diterima pihak kantor Bupati Pakam dibagian pengurusan dana bantuan BLT-DD.

Mendengar itu, wargapun serentak menyoraki Kepala Desa Jaba, Rusdi Surbakti. Warga menduga, Rusdi Surbakti sengaja mengalaskan, seolah tidak cairnya bantuan BLT-DD tersebut lantaran tidak ditandatangani oleh Sekdes desa Jaba. Sementara, Sekdes menurut pengakuan anak kandungnya, tidak ada merasa mempersulit atau tidak ingin mendantangani, malah menunggu berkas dari Kepala Desa Jaba.

Akhirnya, anak sekdes Jaba pun mengajak salah seorang staf perangkat Desa Jaba untuk menandatangani berkas bantuan dana BLT-DD kerumahnya agar ditandatangani Sekdes, agar berkas segera dibawa ke Pakam sehingga dana BLT-DD segera dapat dicairkan. "Janganlah menahan-naham, apa alasannya, jangan berontak dulu warga baru sibuk, desa yang lain sudah cair, kenapa desa kami ditahan-tahan, apa disengaja. sudah tiga kali bantuan keluar sekalipun kami belum. kami sudah berulang kali menanyakannya,"ucapnya.

Sementara itu, beberapa warga Desa Jaba yang hadir dikantor desa tersebut mengaku sangat kesal kepada kepala Desa Jaba, Rusdi Surbakti, sebab, selama menjabat sebagai kepala Desa yang sudah dua periode, Rusdi Surbakti diduga hanya memberikan bantuan kepada orang-orang terdekatnya saja termasuk keluarga terdekat kepala desa. Untuk itu, warga juga berharap Camat dan Bupati Deliserdang segera mengevaluasi kepala Desa Jaba, Rusdi Surbakti dengan sosok yang mampu memimpin dengan bijaksana dan adil di desa Jaba kecamatan Namorambe.

Reporter : Amsari.

TerPopuler