PGN dan PERTAGAS Bersama Menyelesaikan Pembangunan Pipa Minyak Rokan

Senin, 14 September 2020, 20:37 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, DelinewstvProgram kerjasama yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melalui PT Pertamina Gas (Pertagas) bersama grup holding migas dimana program tersebut menyelesaikan pembangunan pipa minyak Rokan sesuai target yang telah ditetapkan.

Diketahui bahwa poyek ini dibangun untuk mendukung program strategis nasional yang diemban holding migas PT Pertamina (Persero) untuk menjaga ketahanan produksi energi setelah alih kelola Blok Rokan Hulu dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 2021 mendatang.

Menurut penjelasan dari Direktur Utama PGN Suko Hartono bahwa proyek strategis dengan nilai capex US$300 juta ini akan mengoptimalkan efisiensi capex yang pada awalnya sebesar US$450 juta.

Berdasarkan besaran penghematannya sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Efisiensi biaya ini diperoleh dari optimasi tahapan penetapan Final Investment Decision (FID) dan proses procurement.

Dalam upaya ini dewan pengawas dan manajemen PGN bersama-sama mengawal proyek pipanisasi minyak Rokan Hulu agar dapat berjalan efektif dan efisien di tengah tantangan ekonomi global dan pandemi.

"Pertagas telah melaksanakan first welding atau pengelasan perdana minggu lalu sebagai langkah awal dalam percepatan penyelesaian tahapan konstruksi," kata Hartono (14/09/2020).

Selanjutnya di sisi pelaksanaan konstruksi, PGN Solution (PGASOL) selaku anak perusahaan PGN dan PT Pertamina Patra Drilling Contractor (PDC) berkolaborasi dengan mengoptimalkan utilisasi fasilitas yang sudah ada di sana.

Sehingga, melalui sinergi berkelanjutan dalam keluarga besar Holding Migas ini dapat memberikan manfaat dan optimisme dalam menekan biaya operasional dan investasi proyek pipa minyak Rokan.



Bukan hanya itu saja, upaya sinergi BUMN juga ditunjukkan yakni menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam pengadaan material pipa minyak Blok Rokan. Dimana hal ini berdampak pada efisiensi penggunaan gas bumi bagi pemanfaatan produk TKDN yang bisa menghemat biaya pengadaan material sebesar 16 persen.

Dari segi upaya efisiensi dan kolaborasi juga ditunjukkan dengan menggandeng SDM lokal agar bisa menggerakkan potensi daerah dan tentunya multiplier effect secara ekonomi melalui pembangunan pipa minyak Rokan bagi wilayah dan masyarakat sekitar.

"Transfer knowledge merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan SDM dan tentunya penguasaan aspek pemahaman teknologi maupun komersial dalam pembangunan proyek bagi anak bangsa, sehingga pelaksanaan proyek bisa berjalan intensif namun tetap efektif," ujar Hartono.

Jarak tempuh pemasangan pipa minyak Rokan kurang lebih 367 km, dengan menggunakan pipa berukuran 4" - 24". Dimana jalur pipa minyak tersebut melintasi 5 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau yakni Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir dan pipa ini berpotensi mengangkut minyak diperkirakan kurang lebih 200.000 - 265.000 BOPD.

"Setelah dilakukan koordinasi dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR), direncanakan akan dilakukan commissioning partial Blok Utara terlebih dahulu pada kuartal ketiga 2021 yaitu Koridor Balam-Bangko-Dumai. Kemudian disusul Blok Selatan yakni Minas-Duri yang ditargetkan on stream pada Triwulan 1 2022," kata Hartono.



[red/cnn]

TerPopuler