Aksi Demo di Labuhanbatu Ricuh, 9 Mahasiswa Ditahan

Kamis, 08 Oktober 2020, 19:43 WIB
Oleh Bern

 

Aksi Demo di Labuhanbatu
Foto Suasana aksi demo di Labuhanbatu (8/10/2020)

Rantauprapat, Delinewstv - Demo aksi penolakan disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja kemarin oleh DPR RI, menimbulkan pergolakan di Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (8/10/2020), ricuh.

 

Ratusan mahasiswa yang tadinya duduk berjajar mendengar keterangan dari seorang pimpinan DPRD Labuhanbatu, wakil ketua 1, Abdul Karim Hasibuan, masiswa beranjak berdiri dan berteriak DPR Goblok, DPR Goblok, DPR Goblok.



 

Hal itu dikarenakan, ketika mahasiswa meminta semua pimpinan DPRD menandatangani penolakan, namun Karim mengatakan hanya dirinya yang dapat ikut hadir dan menandatangani kesepakatan tersebut.

 

Sayang, mahasiswa langsung berdiri dan berupaya masuk ke halaman gedung dewan. Spontan puluhan aparat dari Polres Labuhanbatu mengadakan penghadangan. Tak hayal, aksi saling dorong dan teriak terdengar menggema di kantor DPRD Labuhanbatu jalan Sisingamangaraja.

 

Tidak diketahui berasal dari mana, tiba-tiba puluhan botol air mineral beterbangan mengarah kepada petugas. Selanjutnya, batu ukuran kecil hingga besar berseliweran. Selain petugas, sejumlah wartawan terkena lemparan batu.



 

Dengan sikap tegas, polisi anti huru-hara bergerak mengejar kumpulan mahasiswa, sementara satu unit mobil water Canon mengeluarkan tancapkan airnya menuju arah gerombolan mahasiswa.

 

Sementara, sejumlah mahasiswa ada yang diamankan pihak kepolisian, sedangkan sisanya memilih kabur meninggalkan area unjukrasa.

 

Aparat Polres Labuhanbatu masih berjaga-jaga di jalan Sisingamangaraja dan sekitaran gedung dewan.

 

Demo mahasiswa dan Buruh di Gedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (8/10) berakhir ricuh 9 Mahasiswa diamankan Polisi.

 

Adapun kesembilan mahasiswa yang diamankan antara lain, Indra gunawan,  Reza Kurniawan, Olia Fahmi, Kendi, Al Fauzan, Robi romansa, Edi Suprayogi, Joko Prianto dan Alvin.

 

Sedangkan Kasat Intel Polres Labuhanbatu AKP Edi Hutahuruk terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

 

Bentrokan itu terjadi setelah ratusan mahasiswa dan buruh tidak puas dengan penjelasan Wakil Ketua 1 DPRD Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan, lantaran semua pimpinanan DPRD Labuhanbatu tidak menemui massa.

 

"Kami setuju menandatangani tuntutan masa, ada 4 pimpinan di kantor ini,  hanya satu yg tidak hadir. Dan karena 3 setuju, maka kami siap menandatangani tuntutan adik-adik mahasiswa," ucap Wakil Ketua 1 DPRD Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan.

 

Mendengar penjelasan itu, massa tidak terima dan bentrokan tidak dapat dihindari. Kemudian 1 unit mobil water canon diturunkan dan langsung batu dan air mineral terbang kearah polisi yang berjaga dan selanjutnya, Polisi membubarkan massa dan menghententikan aksi unjuk rasa.

 

Kharil Hanif Nasution pengurus HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Kamis (8/10) mengatakan, "Mengutuk keras tindakan refresip Polres Labuhanbatu yang dimana mencederai kader-kader HMI yang kami anggap ini tidak profesional dalam menjalankan tugas  dan ada 9 orang mahasiswa diantaranya ada kader HMI Labuhanbatu yang di tahan maka dari itu kami meminta dengan tegas kepada Polres Labuhanbatu agar membebaskan kader-kader HMI dan mahasiswa yang ada di Polres," katanya.(Budi)

 

Editing : Bern

TerPopuler