Aksi Demo Penolakan UU Omnisbus Law Berlangsung Damai, Ini Yang Dilakukan Kapolres Tanjung Balai

Senin, 12 Oktober 2020, 18:04 WIB
Oleh Bern


DELINEWSTV │ Tanjung Balai – Aksi demo penolakan UU Omnibus Law Ciptaker kembali tumpah di beberapa Provinsi dan Kabupaten Republik Indonesia.

 

Di kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Aksi Demo Buruh dan Mahasiswa tampak berlangsung damai pada Senin (12/10/2020).



 

Pantauan awak crew Delinews Network di lokasi, Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu YudhaPrawira,SIK.,MH., bersama seluruh personel melakukan pengamanan dan pengawalan aksi demo berbagai mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Buruh Rakyat Bersatu didepan kantor DPRD kota Tanjung Balai.

 

Terlihat para personil yang melaksanakan tugas pengamanan turut membagikan minuman air mineral buah serta masker kepada mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan aksi demo.

 

“Ini sebagai bentuk penggalangan dan sikap humanis aparat kepolisian agar para pendemo tidak melakukan aksi yang anarkis dan tidak pantas di Gedung DPRD kota Tanjung Balai, “sebut Kapolres Tanjung Balai kepada awak crew Delinewstv di lokasi aksi demo.

 

Tidak hanya itu, AKBP Putu Yudha yang turun langsung memimpin Aksi Demo buruh dan mahsiswa tersebut turut membagikan buah-buahan kepada mahasiswa yang berada di depan kantor DPRD Tanjung Balai.

 

Selain itu, Kapolres juga melakukan aksi dengan duduk bersama dengan para pendemo yang berada di depan kantor DPRD Tanjung Balai bersama personil, juga menyampaikan himbauan-himbauan kepada seluruh pengunjuk rasa agar saat menyuarakan aspirasinya tetap menjaga ketertiban umum dan tetap menggunakan masker antisipasi penyebaran Covid-19.

 

“Harapan kita bersama, aksi demo berlangsung damai dan selesai aksi demo angka penyebaran Covid-19 tidak meningkat di Tanjung Balai, “ucap Putu Yudha.

 

 

“Kita tetap mengantisipasi beberapa hari ke depan untuk menjaga kestabilan dan kerukunan antar bermasyarakat kota Tanjung Balai, “pungkas Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu YudhaPrawira,SIK.,MH.(Ilhamsyah)

 

Editing : Bernard

TerPopuler